Minggu, 26 April 2026 |Isnain, 9 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 362
Hari ini
:
10.797
Kemarin
:
23.172
Minggu kemarin
:
7.342.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 mei 2007 01:19
Guru Madrasah Filipina ke Solo dan Yogyakarta
Solo- Untuk mengetahui sistem pendidikan nasional di Indonesia, lima guru madrasah dari berbagai kota dalam wilayah otonomi Muslim Mindanao Selatan, Filipina, melakukan studi banding ke wilayah Surakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selama empat hari (24-27 Mei), mereka mengunjungi pesantren, madrasah, sekolah, dan masjid di dua daerah ini, serta menghadiri pertemuan dengan tokoh agama untuk mendapatkan pengalaman baru tentang toleransi dan kerukunan umat beragama.
Kunjungan guru madrasah asal Filipina ke Indonesia merupakan program studi banding dari Yayasan Selasih Sukoharjo bekerja sama dengan Pesantren Al Muayyad Windan, Kartasura, Sukoharjo, yang dipimpin Drs HM Dian Nafi’ MPd.
Selain mengetahui sistem pendidikan nasional di Indonesia, studi banding lima guru madrasah yang dipimpin Dr Samson Malao dari University of Southern Mindanao 9407 Kabacan, Noth Cotabato, itu juga bertujuan memperoleh pengetahuan soal kurikulum dan manajemen sekolah/madrasah yang dikunjungi, serta menambah wawasan dan pengalaman tentang pluralisme.
Di Kota Solo, selain berkunjung ke SMA Negeri 1 Surakarta, SD Al Azhar Syifa Budi, rombongan ini juga dijamu makan malam Pemerintah Kota Solo dan tokoh agama di Solo, Kamis lalu.
Pada Jumat kemarin, rombongan berkunjung ke Pesantren Assalam Pabelan. Siangnya shalat Jumat dan berdialog dengan jamaah Masjid Al Hikmah.
Mereka juga berkunjung ke Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyoningratan. Kepada jemaat, Samson menegaskan konflik yang sering terjadi di Mindanao bukan masalah agama.