Close
 
Selasa, 23 Juni 2026   |   Arbia', 7 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.840
Kemarin : 15.843
Minggu kemarin : 155.704
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 mei 2007 01:22

Kaltim Budidayakan Jeruk Keprok

Kaltim Budidayakan Jeruk Keprok

Samarinda- Kalimantan Timur siap membudidayakan jeruk keprok varietas baru dari Kabupaten Kutai Timur yang dinamakan Borneo Prima. Varietas yang dikembangkan petani Kecamatan Rantau Pulung itu unik karena mampu hidup di dataran rendah. Ini berbeda dengan jeruk keprok lainnya yang hanya tumbuh di dataran tinggi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalimantan Timur (Kaltim) Purwanto, Minggu (27/5), pembudidayaan jeruk keprok secara luas tinggal menunggu prosedur administrasi, yaitu pengesahan atau pelepasan varietas baru oleh Menteri Pertanian.

Dengan pengesahan tersebut, tanaman dapat dibudidayakan dengan nama varietas tersendiri, yaitu Citrus reticulate blanco.

Varietas ini telah diteliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur.

Dalam kaitan itu, Setiono, peneliti, mengatakan, sebelum dikembangkan, varietas jeruk tersebut harus "dibersihkan" lebih dahulu dari tujuh penyakit utama atau patogen sistemik. Caranya, dengan meneliti inti tanamannya. "Penyakit jeruk berada dalam jaringannya, ibarat dalam darah manusia," katanya seraya menambahkan, saat ini proses tersebut hanya bisa dilakukan di Tlekung.

Lahan 500 hektar

Purwanto menambahkan, tahap awal pembudidayaan jeruk keprok itu akan dilaksanakan di lahan seluas 500 hektar. Semuanya ada di Rantau Pulung dalam kawasan sasaran program perusahaan. Tujuan pembudidayaan adalah memopulerkan jeruk keprok atau jeruk mandarin.

Sumber : Kompas.com
Kredit foto : www.deptan.go.id


Dibaca : 3.420 kali.

Tuliskan komentar Anda !