Selasa, 14 Juli 2026   |   Arbia', 28 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 104
Hari ini : 10.553
Kemarin : 26.610
Minggu kemarin : 264.494
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 mei 2007 07:48

Wisata Eksotis di Katulistiwa, TNTN Siap Terima Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di garis katulistiwa menyimpan potensi wisata eksotis. Kini, sebagai konservasi gajah Sumatera, TNTN siap menerima wisatawan lokal (domestik) dan wisatawan mancanegara.

Pekanbaru- Taman Nasional Tesso Nilo seluas 38.576 hektar yang melintang pada garis equator di antara Pangkalan Kuras (Kabupaten Pelalawan) dan Lipat Kain (Kabupaten Kampar), selain menjadi pusat konservasi gajah, ternyata memiliki potensi wisata eksotis yang bisa menjadi andalan pariwisata di Riau, Indonesia. Hutan Tropis di TNTN menyimpan berjuta flora dan fauna yang sulit ditemukan di belahan dunia lainnya. Kawasan hutan alam dataran rendah dibelah oleh 2 sungai, Sungai Tesso dan Nilo. Sungai tersebut memiliki potensi perikanan dengan 50-an jenis ikan. 31 jenis ikan di keluarga genera, 16 familia dan 4 ordo.

Bahkan, menurut peneliti asal Inggris, Andrew N Gillison, Tesso Nilo adalah hutan tropis dengan keanekaragaman hayati terbesar dan terbanyak jenisnya di seluruh dunia. Data hasil penelitian yang dilakukan Andrew, ia memetakan 200 kilometer persegi hutan Tesso Nilo memiliki 218 species vegetasi.

Selain itu, di kawasan hutan paling eksotis di dunia ini juga terdapat 82 jenis tanaman obat-obatan, 114 jenis burung, 33 jenis herpetofauna dan 644 jenis kumbang. Sedangkan fauna langka dan dilindungi yang ada di TNTN adalah Beruang Madu, Tapir, Ungko, Lutung Budeng, Macan Dahan, Berang-berang, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw dan lainnya.

Sementara untuk flora, hutan alam TNTN menyimpang berbagai jenis kayu. Seperti Kayu Batu (irvingia Malayani), Kempas (Koompasia Malacennsis), Jelutung (Dyera Polyphylla), Tembesu (Fagraea Fragrans), Gaharu (aqualaria Malacensis), Ramin (Gonystylus Bancanus), Meranti-merantian (Shorea Spp) dan Kruing (Dipterocarpus spp).

Kepala Balai TNTN, Hayani Suprahman kepada Riauterkini senin (28/5) menyatakan bahwa TNTN adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli. Pengelolaan dilakukan dengan sistem zonasi dengan pemanfaatan untuk ilmu pengetahuan, pendidikan dan penunjang budaya serta pariwisata dan rekreasi.

"Dengan kawasan tutupan vegetasi mencapai 90 %, TNTN memiliki potensi flora fauna yang paling besar dan terbanyak di dunia. 215 jenis pohon dari 48 famili dan 305 jenis dari 56 famili. Ditemukan juga 82 jenis tumbuhan obat-obatan, 4 jenis tumbuhan racun ikan. 82 tumbuhan obat-obatan itu terdiri dari 82 jenis dan 78 marga yang masuk dalam 46 famili dengan kasiat mampu mengobati 38 jenis penyakit," terangnya.

Sementara itu, tambahnya, Puslit Biologi LIPI dalam sebuah surveynya berhasil mengidentifikasi 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 34 jenis. 18 jenis diantaranya adalah satwa dilindungi. 16 jenis lainnya rawan punah berdasarkan IUCN.

Siap Menerima Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Hayani Suprahman, Kepala Balai TNTN yang baru menjabat sejak akhir 2006 lalu ini menegaskan bahwa dengan mengandalkan potensi flora dan fauna di TNTN, pihaknya siap menerima wisatawan domestik dan mancanegara. Baik untuk tujuan wisata ataupun penelitian.

"Ada beberapa potensi wisata yang bisa dinikmati, yaitu wisata eksotis hutan tropis, baik dilakukan dengan menyusuri sungai maupun jalan eks logging. Wisata pengamatan burung, flora dan fauna, mengikuti patroli gajah bersama tim flying squad serta menyaksikan upacara pengambilan madu di pohon Sialang oleh masyarakat lokal," terangnya.

Untuk mencapai lokasi TNTN, dapat dilakukan dengan kendaraan umum atau pribadi dengan perjalanan selama 3 jam menuju pintu masuk TNTN di Ukui II, Pelalawan, Riau. Dari pintu masuk menuju TNTN dapat menggunakan angkutan desa menuju Desa Lubuk Kembang Bunga dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam.

Sumber : Riauterkini (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 3.466 kali.

Tuliskan komentar Anda !