Close
 
Rabu, 10 Juni 2026   |   Khamis, 24 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.376
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 februari 2008 03:45

Museum Sejarah Kota Medan Tengah Digagas

Medan- Sejarah Kota Medan harus segera diabadikan. Salah satunya adalah dengan pembuatan museum. Saat ini sejumlah orang tengah menggagas didirikannya Museum Sejarah Kota Medan. Dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat berdirinya museum yang dinilai sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui masa lalu Kota Medan.

Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari, Kamis (28/2) di Medan, mengatakan, Kota Medan yang menjadi kota terbesar nomor tiga di Indonesia memiliki sejarah yang sangat menarik. Dengan demikian, Kota Medan perlu memiliki sebuah museum.

Ichwan mengatakan, Kota Medan berdiri bukan dari penjajahan, tetapi dari investasi di bidang perkebunan oleh orang-orang Eropa dari berbagai negara. Kelak kemudian, Belanda memindahkan pusat pemerintahan Sumatera dari Riau ke Medan karena melihat potensi ekonomi yang besar dari kota Medan. Ini terjadi sekitar tahun 1860.

Dari hal itulah, hingga sekarang Kota Medan dipenuhi dengan kawasan-kawasan yang berbau Eropa. Temuan-temuan benda-benda bersejarah pun membuktikan hal itu, seperti lampu dan keramik yang bermotif Eropa.

”Banyak hal yang menarik dengan Kota Medan pada masa lalu,” katanya. Ia sendiri mengaku memiliki sejumlah koleksi yang terkait dengan Kota Medan. Ia menceritakan, uang kebun yang digunakan oleh kawasan-kawasan perkebunan masih ada. Setiap kawasan perkebunan memiliki uang tersendiri.

Sejarah perkebunan

Ichwan mengatakan, dengan keberadaan museum, orang bisa mengetahui bahwa Kota Medan yang seperti sekarang ini hanya bisa dijelaskan dari sejarah perkebunan.

Ichwan mengatakan, sebuah proposal telah dibuat. Ia berharap Pemerintah Kota Medan memberikan dukungan sehingga museum itu dapat diwujudkan.

”Kalau didukung semua pihak, saya kira museum ini bisa segera diwujudkan,” katanya.

Saat ini embrio Museum Sejarah Kota Medan telah ada, yaitu Yayasan Museum Sejarah Kota Medan. Ia juga berharap semua pihak bisa bekerja sama untuk menyumbangkan koleksi sehingga, apabila kelak dibangun, jejak Kota Medan bisa dikumpulkan secara lengkap.

Selama ini Ichwan telah mengumpulkan berbagai koleksi mengenai Kota Medan dan Sumatera Utara yang berada di Universitas Negeri Medan. Setidaknya, seperti yang terlihat di Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial, sejumlah naskah kuno dan juga fotokopi berbagai media massa yang berada di Sumatera Utara dan sekitarnya pada masa sebelum kemerdekaan.

Dari koleksi itu gambaran masa lalu Medan dan sekitarnya bisa dilacak. Kota Medan dan sekitarnya menjadi menarik dikaji karena memiliki media massa cetak yang jumlahnya tergolong banyak pada masa itu.

Sumber : www.kompas.com


Dibaca : 5.298 kali.

Tuliskan komentar Anda !