Close
 
Rabu, 27 Agustus 2014   |   Khamis, 1 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 1.349
Hari ini : 7.951
Kemarin : 22.799
Minggu kemarin : 137.461
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 97.061.935
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 desember 2007 01:21

Pakar Sastra Melayu dari Belanda Buru Naskah Kuno Melayu di Kepri

Tanjungpinang- Ahli Pernaskahan Melayu dan sastrawan Belanda Dr Jan Van Der Putten, ahli konservasi kertas dan restorasi naskah, Alex Teoh beserta Aswandi Syhri dari Kepri, selama 14 bulan ini akan berburu naskah kuno Melayu di Kepri untuk dipotret dan dikumpulkan, dalam melestarikan naskah-nasakah kuno Melayu.

Di bawah British Library ketiga pakar ini, berencana mengumpulkan seluruh naskah kuno kerajan Melayu yang terdokumentasi di Kepri, serta di tangan masyarakat, dengan cara memotret secara digital dan rencananya akan dikumpulkan di Pustaka Nasional Jakarta dan di Perpustakaan Inggris.

Demikian dikatakan Jan Van Der Putten, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Balai Masjid Sultan Agung Penyengat, Jumat (21/12). Ketiga pakar ini memulai pekerjaan program ini di Istana Penyengat untuk mengumpulkan naskah-naskah kuno abad 19 dan 20 dari Kerajaan Riau di Penyengat .

"Program ini merupakan perbantuan dari perpustakaan Inggris, dalam melestarikan naskah kuno sebagai pelajaran bagi peneliti dan generasi muda yang akan datang," jelasnya.

Pengumpulan dan penelitian naskah kuno Kerajaan Melayu itu, tambah Jan Van Der Putten, merupakan salah satu cara melestarikan sejarah peradaban Melayu zaman dulu.

"Kami tidak akan mengambil naskah-nya, tetapi cukup hanya mengambil gambarnya, dengan kamera digital, serta memberikan pelajaran pada masyarakat bagaimana cara merawat naskah-naskah tersebut dengan bagus," katanya.

Dalam mendukung program pelestarian naskah kuno yang penuh dengan makna sejarah Melayu di Kepri itu, ketiga pakar ini juga akan menggelar seminar pentingnya pelestarian naskah sejarah kuno Melayu. Mereka juga meminta pada masyarakat yang memiliki naskah-naskah sejarah agar dapat membantu dan menunjukkan kepada mereka.

"Kami berharap kalau masyarakat memiliki naskah-naskah kuno kerajaan Melayu di rumah, hendaknya dapat diberitahukan, hingga kami bisa datang ke rumahnya untuk memotret," ungkapnya.

Sumber: Batamtoday.com


Dibaca : 2.690 kali.

Tuliskan komentar Anda !