Senin, 24 Agustus 2026 |Tsulasa', 10 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.184
Hari ini
:
16.960
Kemarin
:
20.558
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 april 2008 08:42
KRI Sultan Hasanuddin Dikukuhkan dengan Upacara Adat Gowa
Makassar- KRI Hasanuddin 366, korvet kelas SIGMA buatan Belanda tahun 2007, dikukuhkan dengan nama KRI Sultan Hasanuddin dalam upacara adat kebesaran Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Jumat.
Upacara adat pengukuhan KRI Sultan Hasanuddin itu dipimpin Ketua Pemangku Adat Kerajaan Gowa, Andi Makmur Bau Tayang Karaeng Bontolangkasa dan disaksikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Sumardjono, Pangarmatim Laksda TNI Lili Supramono, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu`mang, serta Pangdam VII/Wirabuana, Pangkoppsau II, Kapolda Sulselbar dan Bupati Gowa.
Sebelum pengukuhan dilakukan, KRI Sultan Hasanuddin yang sandar di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sejak Selasa (8/8) itu juga menjalani prosesi upacara appasili menurut adat suku Makassar pada hari Rabu (9/4) guna menyucikan kapal perang tersebut sebelum menjalankan tugas mempertahankan kedaulatan NKRI di laut.
Sultan Hasanuddin yang dipakai untuk menamai korvet jenis SIGMA itu adalah gelar raja Gowa ke-16 yang bernama I Malombasi Daeng Mattawang. Nama ini diambil karena melambangkan sikap gagah berani yang perlu ditiru oleh segenap anggota TNI AL.
Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo pada kesempatan itu menyerahkan foto Sultan Hasanuddin kepada Kasal Laksamana Sumarjono.
KRI Sultan Hasanuddin diresmikan penggunaanya di pabriknya di Belanda pada 17 November 2007 dan telah bergabung ke jajaran Komando Armada Timur di Surabaya sejak Pebruari 2008 dengan komandan Letkol (P) I Gusti Kompian Aribawa yang membawahi 80 personil.
KRI ini adalah sejenis korvet kelas SIGMA yang dirancang secara unik sesuai dengan bentuk dan model Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) yang memiliki flexibility dan affordability sebagai kapal patroli AL yang mampu menembus segala cuaca.
Kapal ini memiliki bobot 1.600 ton, panjang geladak utama 90 meter, draft 3,46 meter, lebar 12,2 meter, tinggi 8,2 meter, kecepatan jelajah 25,2 knot, daya dorong 2 X 7.400 hp.
Persenjataannya terdiri atas senjata Anti Serangan Udara (AAW), Anti kapal atas air (ASW), Anti Kapal Selam (ASW), Perang Electronika (EW).
Sebelumnya, TNI AL telah memiliki kapal sejenis ini yang diberi nama KRI Diponegoro-365 yang telah bergabung dengan Korarmabar sejak Agustus 2007.
KSAL Laksamana Sumarjono meminta kepada seluruh jajarannya untuk merawat kapal ini dengan baik karena merupakan kebanggaan bangsa dan negara serta salah satu alutsista yang handal untuk menjaga kedaulatan NKRI di perairan nusantara. (Ant/OL-2)