Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.150
Hari ini : 20.328
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 april 2008 08:03

MABM Terbitkan Buku Fikih Melayu

MABM Terbitkan Buku Fikih Melayu

Pontianak- Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat masa bakti 2007-2012 dilantik Sabtu (12/4) lalu di Rumah Melayu Pontianak. Dalam pelantikan tersebut ada satu kegiatan sangat menarik dan monumental, yakni diluncurkannya buku fikih Melayu. Buku karangan Baidillah Riyadhi ini akan meramaikan khazanah ilmu pengetahuan agama di daerah ini.

“Dalam mengisi program umum lima tahunan, kita sudah memulai dengan penerbitan perdana sebuah buku fikih Melayu bekerja sama dengan intelektual Melayu, Baidillah Riyadhi. Dialah yang menulis fikih tersebut,” kata Ketua MABM Kalbar H Abang Imien Thaha usai pelantikan.

Dikatakan Abang, buku yang diterbitkan MAMB ini diharapkan dapat memberikan pencerahan soal agama Islam di Kalbar. Jika ada penulis lain yang mau mengabadikan budaya Melayu dalam sebuah buku, pihaknya jelas akan mendukung. Buku merupakan dokumentasi dan ilmu pengetahuan yang selalu akan menjadi penyuluh bagi masyarakat. Dengan banyaknya buku tentang Melayu, diharapkan akan bisa menuju Melayu yang berperadaban, berkebudayaan, dan berkemajuan.

“Penerbitan ini sekaligus melengkapi isi perpustakaan MABMKB yang akan diadakan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Tahap II Rumah Melayu

Program tahunan pengurus MABMKB 2007-2012 antara lain pembangunan perpustakaan di lingkungan Rumah Melayu Pontianak. Dengan bantuan dari Departemen Pendidikan Nasional untuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sudah dimulai.

“Pembangunan lainnya, yakni kedai yang akan dibangun bertingkat tiga, di bawahnya itu kedai, di atasnya musala kemudian perpustakaan serta museum mini. Jadi, semua itu dibangun satu lokasi dengan kompleks Rumah Melayu,” jelasnya.

Kompleks Rumah Melayu ini, lanjut Abang, sebelumnya juga sudah pernah diekspos. Di sebelah kanan gedung, lahan yang masih kosong, nantinya akan dibangun balai pengobatan, klinik bersalin, dan pesanggrahan.

“Itu merupakan program ke depannya, dan akan dimulai pada tahun 2008 ini. Walaupun masa tugas pengurus hanya lima tahun, nantinya akan berlanjut hingga kompleks Rumah Melayu ini penuh dengan bangunan,” ungkapnya. (ian)

Sumber :www.equator-news.com (15 April 2008)
Kredit foto : naskahkuno.blogspot.com (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 2.689 kali.

Tuliskan komentar Anda !