Selasa, 25 Agustus 2026 |Arbia', 11 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 1.089
Hari ini
:
15.789
Kemarin
:
23.903
Minggu kemarin
:
178.006
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
22 januari 2007 08:48
Diluncurkan Portal Melayu Online; Peradaban Melayu Jangan Hanya Dititipkan Malaysia
Yogya- Melayu itu sebuah peradaban besar di dunia. Itu berarti memerlukan komitmen yang besar pula dari siapa saja yang peduli. Jangan sampai Melayu terkecai-kecai alias terpecah-pecah. Peradaban Melayu yang semula berpusat di Riau-Lingga, yang harus merawat adalah bangsa Indonesia juga . Peradabaan Melayu jangan hanya dititipkan pada Malaysia saja yang berpenduduk kurang lebih 25 juta jiwa, meski harus diakui dalam mengurus budaya Melayu, Malaysia memang lebih peduli dibandingkan Indonesia sendiri.
Demikian diingatkan Mahyudin Al Mudra SH MM, Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) saat peluncuran portal (pangkalan data) Melayu Online di BKPBM, Jl Gambiran 85-A, Sabtu (20/1) malam. Melayu Online bisa diakses lewat situs http://www.melayuonline.com dan e-mail: balai-melayu@melayuonline.com. Tampak hadir dalam kesempatan itu, Tazbir SH, Harry ‘Ong‘ Wahyu, sejumlah tokoh dari berbagai komunitas budaya.
Menurut Mahyudin, selaku Pemangku Balai sekaligus pendiri, Melayu Online.com ini merupakan pangkalan data dunia Melayu dan kemelayuan sedunia yang sengaja dipilih diluncurkan bertepatan dengan 1 Muharram 1428 Hijriah. “Keinginan membuat Melayu Online sudah dirintis 6 tahun lalu, terutama dalam hal menggali data tentang Melayu. Dana untuk kepentingan riset sudah habis di atas Rp 100 juta,” ucapnya bersemangat.
Ditegaskan, pembuatan portal ini merupakan realisasi salah satu program dari BKPBM yakni menggali, mengumpulkan, memelihara, mengekalkan dan mengembangkan berbagai khasanah budaya Melayu yang masih berlaku di masyarakat, atau yang pernah ada di masa lampau. “Budaya Melayu yang selama ini masih berupa mozaik-mozaik lepas dapat terajut menjadi hamparan dokumentasi yang utuh dari sebuah peradaban besar,” kata Mahyudin yang juga Dirut Penerbit Adicita. Dalam kata lain, BKPBM melestarikan tradisi budaya dengan cara yang tidak tradisional melalui teknologi informasi yang merupakan keniscayaan yang tidak dapat ditawar lagi.
Dijelaskan Mahyudin, portal ini terdiri dari 18 menu utama yang mengupas tuntas segala ihwal dunia Melayu, meliputi home, berita, artikel, sejarah, budaya, tokoh, pakar/periset, anugerah/penghargaan, agenda, koleksi, store, direktori, ensiklopedi, kamus, penghargaan, donasi, peta.
Dari 18 menu tersebut kelak bisa bertambah, apapun tentang Melayu dari masa lampau, masa kini dan pemikiran mendatang. “Materi Melayu Online dapat diakses dengan gratis, syaratnya harus mencantumkan Melayu-Online.com sebagai sumber,” tambahnya.