Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.583
Hari ini : 23.146
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

19 mei 2008 03:43

100 Tahun Kebangkitan Nasional dalam Berbagai Perspektif

100 Tahun Kebangkitan Nasional dalam Berbagai Perspektif

Yogyakarta, MelayuOnline.com—Dalam rangka menyambut 100 tahun Kebangkitan Nasional, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP-UGM) mengadakan simposium nasional dengan tajuk “100 Tahun Kebangkitan Nasional dalam Berbagai Perspektif” pada tanggal 16—17 Mei 2008 di Gedung Pascasarjana UGM.

Dalam sambutannya, Ketua HMP-UGM, M. Ridhah Taqwa, M.Si. menyatakan bahwa simposium ini sekaligus menjadi momentum untuk merenungkan 80 tahun Sumpah Pemuda serta 10 tahun Reformasi. Melalui materi yang disampaikan para pemakalah, diharapkan muncul sumbangsih pemikiran dari kalangan cendekiawan kampus, khususnya mahasiswa pascasarjana dari seluruh Indonesia untuk menyokong kebangkitan bangsa.

Pada hari pertama, simposium ini dibuka oleh pembicara kunci, yaitu Prof. Dr. M. Amien Rais, mantan Ketua MPR-RI dan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Dalam pidatonya, Amien Rais mengajak peserta simposium untuk merenungkan kembali makna kebangkitan nasional di tengah keterpurukan bangsa Indonesia. Berbagai persoalan nasional, seperti kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan dan kebodohan, serta kapitalisasi aset-aset negara menjadi tantangan dan ancaman besar bagi masa depan bangsa. Pidato tersebut merupakan penegasan ulang dari bukunya yang terbit pada tanggal 13 Mei 2008 lalu dengan judul Agenda Mendesak Bangsa, Selamatkan Indonesia!

Simposium yang dihadiri oleh seratusan mahasiswa pascasarjana (S2 & S3) dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan beberapa perguruan tinggi di Malaysia ini terbagi ke dalam beberapa klaster, di antaranya Klaster Sosial-Humaniora, Klaster Ekonomi-Politik, Klaster Agro dan Kesehatan Masyarakat, serta Klaster Sains dan Teknologi. Tiap klaster membahas makalah-makalah terpilih yang terbagi ke dalam beberapa sesi, yaitu sesi I (jam 08.20—12.00 WIB) dan sesi II (jam 13.00—16.30 WIB). Setelah pembahasan pada tiap sesi selesai, di hari kedua, pada sesi II diisi dengan Sidang Pleno yang menggabungkan para pemakalah dan peserta dari tiap klaster untuk menelaah masalah pendidikan, ketahanan pangan, mitigasi bencana, serta nasib tenaga kerja Indonesia di negeri jiran, Malaysia.

Kajian-kajian yang disampaikan para pemakalah pada tiap klaster cukup beragam dan mewakili disiplin ilmu masing-masing. Dari Klaster Sains dan Teknologi muncul beberapa tema kajian, seperti cara pengeringan dan penilaian teh hitam orthodoks, kajian prognosis terhadap bentanglahan dan fenomena bencana, serta beberapa kajian tentang korosi baja. Sementara pada Klaster Agro dan Kesehatan, disampaikan beberapa tema, di antaranya pendeteksian kista ovarium serta profil kesehatan reproduksi pada kelompok perempuan marginal.


Dalam Klaster Ekonomi-Politik, dipresentasikan beberapa makalah yang meliputi kajian tentang pemekaran daerah, dampak kenaikan BBM, perlindungan terhadap HAM, serta kajian mengenai sistem manajemen mutu pada perguruan tinggi. Sedangkan pada Klaster Sosial dan Humaniora, makalah-makalah yang dibahas antara lain tentang pendidikan multikultural, poligami dalam perspektif posfeminis, serta daya tahan perempuan Nias pascabencana tsunami.

Kajian pada masing-masing klaster sebetulnya cukup kaya dan beragam, serta dapat menjadi modal untuk memetakan persoalan bangsa. Hanya saja, sebagaimana diuraikan oleh salah satu pembahas makalah, Dr. Suharko, Ketua Program Studi Pascasarjana Sosiologi UGM, beberapa makalah yang dipresentasikan masih terbatas pada tataran deskriptif dan belum mampu masuk ke tataran analitis. Selain itu, sebagian besar makalah terkesan sibuk dengan kajian masing-masing tanpa mencoba mencari kontekstualisasinya dengan momen kebangkitan nasional.

[LS/brt/05/05-08]


Dibaca : 4.707 kali.

Tuliskan komentar Anda !