Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
19 mei 2008 02:48
Tolak Bala, Gelar Ritual Ngampar Bide`
Pekan Gawai Dayak Segera Dimulai
Pontianak -Masyarakat Dayak menggelar upacara adat `ngampar bide pada Minggu (18/5) di Rumah Betang Jalan Soetoyo, Pontianak. Ritual itu menandakan perhelatan Pekan Gawai Dayak 2008 segera dimulai. Ngampar Bide juga untuk menyambut tamu yang dalam pesta tersebut.
Ritual Ngampar Bide yang dilaksanakan Minggu (18/5) sekitar pukul 09.00 WIB itu dipimpin oleh Kasan, petua adat dari Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Ritual Ngampar Bide` merupakan ritual tolak bala, agar orang-orang yang datang ke lokasi gawai terhindar dari gangguan.
Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalbar, Tarsisius Ifan Subandap mengatakan, PGD yang digelar selama satu minggu ini dipusatkan di Rumah Betang Jalan Soetoyo Pontianak. “Hampir seluruh sanggar yang tergabung dalam Sekberkesda jadi peserta. Bahkan kontingen dari kabupaten/kota,” katanya di Pontianak, kemarin.
Ada tujuh kabupaten/kota yang mengirim kontingen. Yakni: Kota Singkawang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. “Sarawak, Malaysia juga kirim kontingen. Tapi mereka tidak mengikuti perlombaan. Mereka hanya datang sebagai peninjau saja,” ujar Ifan.
Pembukaan secara resmi akan dilaksanakan pada 20 Mei mendatang. Acara ini akan disertai dengan display budaya yang menempuh rute-rute jalan protokol di Kota Pontianak. “Display budaya ini dipastikan meriah, karena masing-masing sanggar akan suguhkan atraksi yang unik,” ujarnya.
Display budaya akan dimulai di Rumah Betang Jalan Soetoyo ke Jalan Ahmad Yani, Veteran, Gajahmada, Diponegoro, Tanjungpura, Imam Bonjol. Kemudian berbelok ke Jalan Pahlawan menuju Jalan Veteran. Setelah itu berbelok ke Jalan Ahmad Yani, dan kembali ke Rumah Betang.
Banyak kegiatan yang akan diperlombakan, di antaranya, permainan rakyat berupa menyumpit, pangka` gasing, menumbuk padi, melukis perisai, melukis kanvas, memahat patung, menombak sasaran, terompah, engrang, menangkap babi, merangkai manik, dan lomba masak tradisional.
Sedangkan pementasan seni berupa festival bujang dan dara gawai, baik dewasa maupun cilik, peragaan busana Dayak, festival tari, festival lagu-lagu Dayak, dan sastra lisan.