Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
21 mei 2008 07:32
Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Menyemangati Program Visit Indonesia Year 2008
Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menghadiri acara peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional Jalan Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat. Museum ini dahulu adalah kompleks pendidikan sekolah STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten) atau Sekolah Dokter Hindia.
Di salah satu ruang belajar gedung STOVIA itu, pada Minggu pagi 20 Mei 1908 yang lalu, Dr. Soetomo melontarkan gagasan untuk membentuk perkumpulan Boedi Oetomo. Perkumpulan politik yang terbuka bagi seluruh suku dan agama ini adalah cikal-bakal dari berpikirnya sebagai sebuah bangsa yang tidak terkotak-kotak.
Perkumpulan Boedi Oetomo telah menimbulkan kesadaran bahwa kebangkitan harus dari diri sendiri dan untuk bangkit perlu keberanian. "Semangat keberanian dan kesadaran untuk bangkit ini perlu kita teladani dan terapkan di semua sektor, termasuk sektor pariwisata. Oleh sebab itu, saya hubungkan Visit Indonesia Year (VIY) 2008 dengan kebangkinan nasional Celebrating 100 Year of National Awakening," kata Menbudpar Jero Wacik dalam sambutannya pada peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Selasa (20/5).
Dikatakan, kita harus menyadari bahwa kebangkitan pariwisata dimulai dari diri sendiri dan untuk itu perlu keberanian dengan semangat berpikir sebuah bangsa. "Program VIY bukan program Depbudpar, bukan program pemerintah, tetapi program seluruh bangsa," kata Menbudpar Jero Wacik.
Menbudpar menilai kebangkitan nasional adalah salah satu bentuk nasionalisme, yang harus selalu dikedepankan dan dikobarkan dengan berbagai cara dan bentuk. Menteri mengambil contoh antara lain, mengenal negeri dan mencintai negeri; mengenal kebudayaan bangsa, mencintai kebudayaan bangsa, mencintai karya anak bangsa sendiri; dan kebangkitan nasional sama dengan Indonesia bisa.
Pada kesempatan itu, Menbudpar menghimbau agar masyarakat selalu menjauhkan berpikir negatif dan sifat menjelek-jelekan diri sendiri. “Kita harus selalu berpikir positif dan bangga terhadap bangsa sendiri”, katanya.
Sumber: www.budpar.go.id Kredit Foto: sigiteko.wordpress.com