Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
18 juni 2007 02:32
Milad Ke-42 Kabupaten Indragiri Hilir; Pemekaran untuk Kesejahteraan
Indragiri Hilir- Puncak peringatan Milad Ke-42 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, Kamis (14/6), berlangsung dalam suasana yang sederhana tetapi meriah dan sangat menyentuh. Sekitar pukul 09.00 WIB, DPRD Inhil bersidang di Gedung Engku Kelana Tembilahan dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh kepala dinas dan tokoh masyarakat.
Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD H Rosman Malomo BSc yang menguraikan jejak Kabupaten Inhil yang empat puluh dua tahun silam hasil pemekaran kabupaten induk, Kabupaten Indragiri. Pemekaran tersebut sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi ketika jarak yang harus ditempuh ketika berurusan ke Rengat sangat jauh, sedangkan sarana transportasi sangat terbatas.
Ungkapan yang disampaikan oleh Rosman itu tidak disebut dalam bahasa biasa, melainkan dalam pantun dan gurindam serta petuah. Setelah empat puluh dua tahun mekar, sudah dapat dirasakan hasilnya. Di mana tingkat kesejahteraan masyarakat sudah mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Walau demikian, dia pun menyebut perjuangan masih belum berakhir dan berlanjut, sebab masih banyak yang harus dicapai lagi, sesuai dengan amanat pendiri Kabupaten Inhil pada 1965 silam.
“Sidang hari ini bersifat terbuka untuk umum dan kita harapkan menjadi momentum bagi pembangunan berkelanjutan Kabupaten Inhil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari kita semua mengenang jasa pendiri Kabupaten Inhil, sekaligus tujuan pemekarannya yang ingin lebih sejahtera dan maju,” tegas H Rosman Malomo.
Pada kesempatan yang sama tampak pula anggota DPRD Riau asal Inhil seperti Hj Nurliah SH MH dan H James Pasaribu. Sedangkan anggota DPRD Inhil seluruhnya menghadiri sidang paripurna ini dengan balutan busana Melayu, lengkap dengan songket dan baju Teluk Belanga.
Di lain pihak, rencana hadirnya Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP dalam peringatan puncak Milad Ke-42 Inhil menjadi sebuah berita yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Di halaman Kantor Bupati Inhil sejak pagi telah terlihat adanya alat penentu arah udara yang menjadi pedoman bagi pesawat helikopter yang akan turun.
“Tadi malam (Rabu malam, red) kita menerima informasi dari Pekanbaru beliau tidak bisa hadir ke Tembilahan karena ada urusan penting. Semula memang semuanya sudah fix dan setelah mendapat informasi itu tentu saja kita sampaikan kepada seluruh panitia yang lain,” terang Sekretaris Panitia Milad ke-42 Inhil Drs HM Thaher MM kepada Riau Pos, Kamis (14/6).
Sedianya, ada beberapa agenda yang sudah dipersiapkan apabila Gubri menghadiri puncak peringatan Milad Inhil ini. Meski demikian, diharapkan warga tak boleh berkecil hati, sebab Gubri sedang menunaikan tugas dan lain waktu akan hadir ke Inhil.
Berkenaan dengan busana Melayu yang dikenakan seluruh pihak yang hadir ke Engku Kelana itu, dinyatakan Thaher, memang telah diberitahukan sebelumnya dalam undangan. Ketua Panitia Milad Drs Rudiansyah mengungkapkan, ketetapan mengenakan busana Melayu itu memang sudah melalui pembahasan dan serangkaian rapat dalam upaya mendukung visi Riau 2020.
Kepada warga diminta pula ikut serta menyukseskan pembangunan dalam upaya mengikis angka kemiskinan dan kebodohan di Kabupaten Inhil.