Kamis, 30 April 2026 |Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 267
Hari ini
:
12.908
Kemarin
:
22.835
Minggu kemarin
:
169.256
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 mei 2008 04:25
Orang Rimba Adukan Perambahan
Jambi- Suku Anak Dalam atau Orang Rimba dari Kelompok Sungai Terap, Provinsi Jambi, mendatangi Kantor Balai Taman Nasional Bukit Duabelas di Kota Jambi, Jumat (23/5). Mereka mengadukan masalah perambahan dan pembukaan jalan di kawasan taman nasional itu. ”Ada pembukaan kebun dalam taman. Tolong Bapak-bapak cek,” ujar Ngelambu, Depati Kelompok Sungai Terap.
Ngelambu datang ke Kantor Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) bersama Tumenggung Marituha, Menti Ngelembo, dan Depati Malai. Mereka diutus kelompok mereka yang beranggotakan 120 warga untuk mengadukan masalah pembukaan lahan yang mengancam kehidupan mereka di TNBD. Perambahan dan pembukaan jalan dalam TNBD akan menghabiskan sumber makanan orang rimba di wilayah Kabupaten Sarolangun.
Menurut Ngelambu, selain pembukaan lahan untuk kebun, ada pembangunan jalan rintisan yang mencapai 4 kilometer dalam kawasan taman nasional. Pembukaan jalan yang telah berlangsung sekitar enam bulan itu diperkirakan berawal dari Dusun Baru, Kecamatan Air Hitam Sarolangun, menuju Desa Jelutih, Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari.
Saat ini masih banyak alat berat di sana. Namun, belum diketahui pelaku yang mengoordinasi pembangunan jalan.
Kepala Seksi Pengelolaan TNBD Erwin Iskandar mengaku belum tahu. Pihaknya akan mengecek ke lokasi untuk memastikan adanya aktivitas perambahan itu.
Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sarolangun Joko Susilo juga mengaku belum tahu adanya perambahan dan pembukaan jalan di wilayahnya. Menurut dia, pembukaan jalan di kawasan konservasi hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Kehutanan. (ITA)
Sumber : www.kompas.co.id (26 Mei 2008) Kredit foto : www.eu-flegt.org