Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.568
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 mei 2008 03:29

Umat Islam Dunia Bisa Belajar Kebhinekaan Indonesia

Umat Islam Dunia Bisa Belajar Kebhinekaan Indonesia

Cipanas- Mufti Besar Republik Arab Suriah, Dr. Ahmad Badruddin Hassoun mengatakan bahwa umat Islam dari seluruh dunia perlu belajar tentang kebhinnekaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.

"Saya menyaksikan berbagai pemeluk agama -yang berbeda-beda- dapat tumbuh dan berkembang memajukan suatu peradaban untuk kemajuan bersama," kata Mufti Besar Suriah itu di Cipanas, Sabtu (24/5).

Ahmad Badrudin Hassoun merupakan Ketua Majelis Fatwa Tertinggi Suriah. Di negerinya ia banyak memegang jabatan penting, di antaranya anggota dewan penasihat komisi internasional untuk mendekatkan madzhab dalam Islam. Jabatan lain sebagai anggota pendukung intifada dan perlawanan terhadap proyek Zionisme, pendiri Yayasan Sosial al-Furqon, Yayasan Dompet Kesehatan Masyarakat. Ia juga seorang pemikir dan aktivis dalam hubungan intra-agama dan antarperadaban.

Menurut pria kelahiran Haib, Suriah tahun 1949 tersebut, kunjungannya di Indonesia sejak 21 hingga 26 Mei telah membuat dirinya kagum. Ia sempat berdialog dengan para tokoh agama Hindu, Budha, Kristen Katolik dan Protestan hingga pemuka agama Islam berpengaruh.

Ketika berada di Yogyakarta, ia dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC), menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah pondok pesantren terkemuka seperti Gontor dan Krapyak, melihat kemajuan teknologi pembangunan pesawat di Bandung dan terakhir diterima Wapres Yusuf Kalla (24/5) dan dijamu makan siang di Istana Cipanas oleh Menag M. Maftuh Basyuni.

Sebagai umat Islam, ada `tiga kitab` yang harus dipelajari di Indonesia. Selain yang pertama Al Quran, kedua tentang alam semesta dan ketiga tentang manusianya. "Saya menemukan ketiga kitab tersebut ada di Indonesia," kata Hassoun.

Di Suriah, Hassoun dikenal sebagai pemegang otoritas keagamaan negara Sunni. Kendati begitu ia  juga seorang relegious leader. Namun ia juga bisa memposisikan sebagai community leader, yang berfikir dan bersikap luas, lintas batas dan universal sebagai bagian dari kewargaan dunia.

Dubes RI untuk Suriah, H. M. Muzammil Maftuh mengatakan, di negerinya Hassoun termasuk mufti yang amat dihormati. Baik karena pemikirannya maupun upayanya dalam memajukan peradaban dunia, moderat, universal dan membawa rahmat bagi semua umat manusia.

Sementara itu Menag M. Maftuh Basyuni mengatakan, pihaknya berharap Mufti Besar Suriah itu dapat berkunjung lagi ke Indonesia dalam jangka waktu lama. Sesuai permintaan Wapres, kedatangan Hassoun ke berbagai tempat ibadah nanti diharapkan akan mendorong pencerahan bagi pembangunan peradaban dunia lebih maju.

Sumber : www.mediaindonesia.com (25 Mei 2008)
Kredit foto : www.chandiramani.com


Dibaca : 2.414 kali.

Tuliskan komentar Anda !