Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.818
Kemarin : 143.251
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 mei 2008 01:20

Aswari Dukung Riau Jadi Pusat Budaya Melayu yang Agamis

Aswari Dukung Riau Jadi Pusat Budaya Melayu yang Agamis

Pekanbaru- Asosiasi Seniman Wisata Religi Indonesia (ASWARI) Provinsi Riau akan terus mendukung Visi Riau 2020 yang berkeinginan mewujudkan Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu dalam lingkungan yang agamis.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPW Asosiasi Seniman Wisata Religi Indonesia (ASWARI) Provinsi Riau, Irhamas kepada Ragam Info di Pekanbaru, Rabu (28/5).

Menurut Irhamas, dukungan itu diberikan karena visi Riau untuk mewujudkan Riau sebagai pusat budaya Melayu dalam lingkungan yang agamis, sangat sejalan dan sesuai dengan program  ASWARI secara umum.

Ia mengatakan, ASWARI mempunyai Visi yakni lahirnya masyarakat Islam sejahtera lahir dan bathin dengan ridho Allah Swt melalui daya upaya pengembangan seni budaya Islam yang menjadikan Indonesia tujuan wisata religi ASEAN tahun 2025.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam bentuk Misi antaranya; melakukan pembinaan terhadap kesenian Islam yang hampir punah dengan cara mengadakan inventarisasi/pencatatan, penelitian, revitalisasi dan mempergelarkan kembali kepada masyarakat, ujar Irhammas.

Penjabaran dari visi ini tentu mempunyai keterkaitan dengan upaya untuk menjadikan Riau sebagai budaya Melayu yang agamis. Apalagi sudah maklumi bahwa budaya Melayu sangat identik sekali dengan agama Islam.

Sebagai daerah yang akan menjadi pusat budaya Melayu kata Irhamas, sudah tentu daerah harus mempunyai berbagai seni dan budaya tersebut. “Untuk itulah perlu melakukan pembinaan terhadap kesenian Islam yang hamper punah saat ini,” katanya menjelaskan.

Oleh sebab itu tambahnya, seni dan budaya yang hamper punah ini perlu dibina. Upaya itu dilakukan dengan cara mengadakan inventarisasi/pencatatan, penelitian, revitalisasi dan mempergelarkan kembali kepada masyarakat.

Khazanah budaya bernuansa Islami yang masih melekat dalam masyarakat Riau perlu diangkat dan dikembangkan. Pengembangan khazanah budaya bernuansa Islami ini agar khazanah budaya ini tidak tenggelam atau sirna ditelan zaman.

Menurut Irhamas, agar khazanah budaya bernuansa Islami tetap melekat dan menjadi udaya di Provinsi Riau, maka perlu dilakukan berbagai upaya. “Upaya itu dengan cara melestarikannya di tengah-tengah masyarakat Riau yang identik dengan Melayu dan Islam ini,” katanya. (aR/Moes)

Kredit foto : www.wisatamelayu.com


Dibaca : 3.850 kali.

Tuliskan komentar Anda !