Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.715
Hari ini : 23.110
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 mei 2008 05:29

Bahasa Gorontalo Terancam Punah

Bahasa Gorontalo Terancam Punah

Gorontalo, Sulawesi- Sejumlah ahli bahasa merampungkan kongres dua hari mereka di Universitas Gorontalo, Kamis (15 Mei 2008) lalu. Para ahli itu meminta semua etnis di Gorontalo melestarikan adat dan sastra yang ada serta pemerintahan daerah setempat yang harus mendorong terus pengkaderan pemangku adat kalau tidak ingin bahasa-bahasa yang ada di Gorontalo punah.

Saat ini dari empat bahasa yang semula hidup di Gorontalo, satu diantaranya sudah tersingkir. “Sepuluh tahun lagi tiga bahasa lainnya itu juga bisa punah,” kata Mansoer Pateda, profesor linguistik di Universitas Gorontalo yang juga ketua panitia Kongres Bahasa dan Adat Gorontalo.

Ketiga bahasa itu, Mansoer menjelaskan, masing-masing Atinggola, Suwawa dan Gorontalo. Bahasa yang sudah tersingkir dan tidak digunakan lagi adalah bahasa Bolango.

Rumusan hasil kongres juga meminta kalangan universitas untuk rajin melakukan penelitian di bidang ini selain pendirian Pusat Kajian Melayu Gorontalo. Roger T dari Koninklijk Instituut Voor Taal, Belanda, khusus menyatakan kalau sebuah dokumentasi adat dan budaya sangat penting. “Gorontalo harus memilikinya,” katanya.

Walikota Gorontalo Medi Botutihe mengakui adanya kecenderungan generasi muda setempat yang sudah meninggalkan bahasa dan budaya Gorontalo. Ia mendukung upaya pelestarian bahasa dan adat itu ditanggung bersama. “Bahasa dan adat merupakan identitas yang sangat berharga,” katanya. “Bukan hanya tanggung jawab pemerintah untuk melestarikannya.” (verrianto madjowa)

Sumber : www.tempointeraktif.com (15 Mei 2008)
Kredit foto :
www.mycityblogging.com


Dibaca : 2.828 kali.

Tuliskan komentar Anda !