Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.882
Hari ini : 24.256
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 juni 2008 08:25

Rentak Tari Melayu Warnai Pelantikan Pengurus IPMK Yogyakarta

Rentak Tari Melayu Warnai Pelantikan Pengurus IPMK Yogyakarta

Yogyakarta, MelayuOnline.com– Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Karimun (IPMK) Yogyakarta masa periode 2008-2009 telah dilantik. Secara resmi, pelantikan dilaksanakan para Minggu malam (8/06/08) di Gedung Balai Utari Mandala Bhakti Wanitatama. Suasana pelantikan cukup meriah, dengan diwarnai sajian musik dan tari Melayu. Tampak ratusan masyarakat Kepulauan Riau yang sebagian besar adalah mahasiswa memadati gedung, dan secara antusias mengikuti rentetan acara dari awal hingga selesai.

Acara pelantikan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB itu dihadiri beberapa tamu undangan, di antaranya Ir. Condroyono (Kepala Dinas Pariwisata DI. Yogyakarta), Drs. H. M. Taufik Ilyas (Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun) beserta rombongan, Datok H. Abdul Razak (Ketua Lembaga Adat Melayu Kepaulauan Riau) beserta rombongan, Dr. Ir. Said Fadhilah Alatas, M. Si., dan Muhammad Ali Achmad (Maestro Pantun Indonesia).

Beberapa tamu kehormatan yang memberikan kata sambutannya mencoba mengajak semua elemen masyarakat Melayu di Yogyakarta untuk lebih menumbuhkan semangat kebhinekaan bangsa Indonesia.


Masyarakat Kepulauan Riau di Yogyakarta merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari masyarakat lain di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu perlu kiranya setiap individu bersikap arif menghargai perbedaan budaya yang berkembang di kota budaya ini.

Hal itu ditegaskan oleh Condroyono dalam kata sambutannya, “Kota Yogyakarta adalah miniatur Indonesia, yang sebaiknya dijadikan wahana belajar bersikap toleran, saling menghargai dan menghormati perbedaan-perbedaan antar-suku bangsa di Indonesia. Adalah penting menumbuhkan kesadaran akan kebhinnekaan bangsa, supaya perbedaan-perbedaan yang ada menjadi rahmat bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Hal serupa juga disampaikan oleh Taufik Ilyas bahwa seharusnya masyarakat Kepulauan Riau mampu menyikapi perbedaan-perbedaan watak dan karakter setiap suku bangsa dengan arif. Berinteraksi dengan masyarakat Jawa, misalnya, sebaiknya tidak dengan cara dan sikap masyarakat Sumatra, tetapi harus bersikap sesuai dengan budaya Jawa. Hal itu sangat penting untuk pembelajaran hidup berbangsa dan bernegara.

Selain menegaskan pentingnya menghargai kebhinnekaan, Taufik Ilyas, juga menyampaikan perkembangan-perkembangan signifikan di Kabupaten Karimun, terutama di bidang ekonomi dan pariwisata. “Saat ini Kabupaten Karimun menjadi lahan subur bagi investor asing. Mereka berlomba-lomba datang ke Karimun untuk investasi. Di samping itu, dunia pariwisata juga mulai diperhatikan secara serius mengingat Karimun memiliki potensi pariwisata yang kaya,” jelas Taufik Ilyas. “Para sarjana dari Karimun tidak usah khawatir kekurangan lahan pekerjaan ketika pulang. Insya Allah lapangan kerja terbuka lebar,” imbuhnya.


Sebagai ungkapan terima kasih kepada para tamu kehormatan, pihak panitia memberikan cenderahati sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan yang dipimpin. Mereka yang menerima cenderahati adalah Ir. Condroyono, Drs. H. M. Taufik Ilyas, Datok H. Abdul Razak, dan Dr. Ir. Said Fadhilah Alatas.


Rancak tari dan musik Melayu kemudian disajikan secara berturut-turut untuk menutup acara pelantikan. Persembahan pertama adalah Tari Zapin yang dibawakan oleh kelompok Taming Sari. Kedua tari Serampang Dua Belas disajikan oleh kelompok tari Selendang Delima. Selanjutnya dendang lagu-lagu secara bergantian dilantunkan oleh para tamu. Seluruh pentas hiburan seni Melayu tersebut diiringi oleh kelompok musik Budak Melayu Expression (BMX). (RI/15/06-08)  


Dibaca : 3.922 kali.

Tuliskan komentar Anda !