Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
20 juni 2008 02:20
Melestarikan Budaya Lewat Tenun Pandai Sikek
Padang- Hampir di semua wilayah bisa ditemui kerajinan tenun yang sudah turun temurun dengan ciri khas masing-masing. Begitu pula di kawasan Pandai Sikek, Padangpanjang, Sumatra Barat. Dengan 350 ragam motif dan kualitas bahan yang digunakan, tenun songket Pandai Sikek harganya mencapai jutaan rupiah.
Umumnya, songket Pandai Sikek adalah usaha turun temurun. Erma Yunita, misalnya. Dia meneruskan usaha warisan ibu. "Dari tujuh atau delapan tahun khusus perempuan sudah mulai belajar membuat songket ini," kata Erma menggambarkan menenun menjadi tuntutan yang harus dimiliki kaum perempuan di wilayah itu.
Berbagai cara dilakukan mempromosikan tenun songketnya, mulai agen travel, hotel, dan dari mulut ke mulut. Hasilnya, tenun songket karya Erma banyak diminati wisatawan baik domestik maupun mancanegara. "Kalau Mei-Juni tamu banyak dari Malaysia dan Singapura. Tapi Juli-Agustus irang Indonesia seperti Jakarta, Medan. Turis Eropa Maret-April," kata dia.
Tantangan usaha ini bukan hanya melestarikan budaya tapi lebih pada agar kerajinan tetap menjadi milik bangsa. Sebab di balik kemasyhuran tenun Pandai Sikek, muncul kekhawatiran kerajinan ini dikuasai negara lain. "Tidak usah takut lah mereka juga tidak akan bisa meniru," kata Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla.(YNI/Julianus Kriswantoro)