Rabu, 28 Oktober 2026   |   Khamis, 16 Jum. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 478
Kemarin : 9.404
Minggu kemarin : 0
Bulan kemarin : 45.610.426
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 april 2007 05:34

Peserta Rusia Juara Pidato Bahasa Melayu

Sebagai langkah menduniakan bahasa Melayu, Pemerintah Malaysia menyelenggarakan lomba pidato internasional  Bahasa Melayu yang diikuti oleh 24 negara. Menariknya, tampil sebagai juara dalam lomba tersebut seorang gadis Rusia, Olga Vadimovna Vasilevskaya (19), setelah menumbangkan peserta tuan rumah Daud Mat Din (23) dengan skor yang cukup meyakinkan.

Olga Vadimovna Vasilevskaya berhasil memukau dewan juri karena dalam pidatonya ia menggunakan Bahasa Melayu dengan benar, jelas dan tepat. Vasilevskaya membawa pulang piala bergilir berbentuk tiga bilah keris dan bola dunia yang dibuat dari perak, uang tunai 10.500 ringgit serta berbagai hadiah lainnya.

Ketika menghadiri acara pengumuman pemenang di PWTC Kuala Lumpur, Wakil PM Malaysia Najib Tun Razak mengucapkan selamat dan turut merasa bangga bangga atas keberhasilan yang diraih Olga Vadimovna Vasilevskaya. Apalagi yang dikalahkan Olga adalah peserta tuan rumah yang notabene pengguna aktif Bahasa Melayu dalam kehidupannya sehari-hari.

"Martab dan kedudukan Bahasa Melayu tidak lagi kokoh di negara ini tetapi juga sudah menjadi bahasa dunia, dan ke depan kedudukan bahasa ini diharapkan menjadi lebih baik lagi," kata Najib Tun Razak kemarin.

Dikatakan Najib, pihaknya mencanangkan beberapa langkah dalam memperkokohkan kedudukan dan martabat bahasa Melayu. Di antaranya adalah memperkenalkan Bahasa Melayu di berbagai institusi pengajian di negara-negara Organisasi Konferensi Islam dan Gerakan Non-Blok.Wakil Perdana Menteri ini yakin hal tersebut dapat dilaksanakan karena posisi Malaysia saat ini adalah ketua OKI serta bekas ketua Gerakan Non-Blok.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut dilaksanakan melalui paket ekspor ilmu pengetahuan dan pengiriman tenaga pengajar ke negara-negara berkenaan. Di sana Bahasa Melayu akan menjadi satu bahasa yang mesti dipelajari karena posisinya sebagai bahasa pengantar utama. "Untuk itu, kita juga perlu melibatkan kerja sama dalam bidang penelitian dan penerbitan dalam Melayu," kata Najib lagi.

Ditambahkan, Malaysia tidak akan mundur dari tujuan untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa ilmu, sejajar dengan bahasa Inggris, karena kini penuturnya lebih dari 250 juta orang.

Sumber:

www.riaupos.com
Dibaca : 2.403 kali.

Tuliskan komentar Anda !