Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
23 juni 2007 09:30
805 Atlit Perebutkan Tiket Menuju Porseni Provinsi
Porseni Kabupaten Sambas Ditutup
Sambas-Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) tingkat Kabupaten Sambas, (23/6) ditutup. Sedikitnya 805 atlit terdiri dari 500 atlit tingkat SD/MI yang berasal dari 12 UPT Dinas Pendidikan Kecamatan. Ditambah 305 atlit tingkat SMP/MTs yang berasal dari sembilan Kecamatan, telah berjuang memperebutkan tiket untuk berkompetisi di tingkat provinsi pada bulan Juli nanti.
Diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Drs Nurpinarto, Porseni se-Kabupaten Sambas ini dilaksanakan selama empat hari (20 – 23 Juni 2007). Cabang olahraga yang dilombakan, untuk tingkat SD/MI meliputi atletik, renang, voli mini, sepak bola mini, tenis meja, bulutangkis, karate, pencak silat, sepak takraw, bridge mini, tenis lapangan dan catur.
Untuk cabang seni berupa festival meliputi kompetensi Bahasa Indonesia, kompetensi membuat alat teknologi sederhana, kreatifitas kerajinan tangan, kreatifitas seni lukis, kompetensi menggunakan teknologi informasi komunikasi (komputer) dan lomba dikte Bahasa Indonesia, serta Matematika (berhitung) untuk kelas I dan II.
Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs cabang yang dipertandingkan meliputi atletik, renang, voli mini, sepak bola mini, tenis meja, bulutangkis, dan karate. Untuk cabang seni meliputi vokal grup, seni lukis dan lomba membaca Alquran (saritilawah).
“Kabupaten Sambas juga mendapat penghargaan dan penghormatan dari Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) karena ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Porseni SMP/MTs tingkat Provinsi Kalbar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang,” jelas Nurpinanto.
Wakil Bupati Kabupaten Sambas dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, MPH. saat pembukaan Porseni tingkat Kabupaten Sambas Tahun 2007 di halaman SMP Negeri 2 Sambas mengatakan, pemerintah sebagai pengelola pendidikan telah berupaya keras dalam melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan.
Ujung tombak dari peningkatan mutu, kata Juliarti, adalah kegiatan pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran akan lebih efektif bila ditunjang dengan kondisi kesehatan dan daya kreatifitas siswa yang baik. “Peningkatan kondisi kesehatan yang baik, dan daya kreatifitas siswa dapat ditunjang melalui beberapa kegiatan antara lain melalui kegiatan olahraga dan seni,” terangnya.
Untuk menyemarakkan, memotivasi dan memberdayakan sekolah, terangnya, perlu didukung suatu wadah yang dapat menampung kegiatan tersebut yakni Porseni.
Juliarti berharap, melalui Porseni ini para pelajar dapat lebih mencintai olahraga dan seni, memiliki sifat sportifitas dan tanggung jawab, serta dapat mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam bidang olahraga dan seni. “Olahraga akan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai insan berprestasi, kreatif, berbudaya, menghargai cipta, karsa dan rasa,” harapnya.
Sumber : www.equator-news.com Kredit foto : www.kpnusantara.com