Yogyakarta, DIY- Guna meningkatkan pengkajian khazanah keilmuan sastra Melayu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu meluncurkan portal www.rajaalihaji.com. Portal ini menjadi wujud apresiasi atas jasa Raja Ali Haji dalam meletakkan dasar-dasar bahasa Melayu yang kemudian diadopsi oleh berbagai bangsa, termasuk Indonesia.
Peluncuran portal berlangsung di ruang sekretariat Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Yogyakarta, Jumat (4/7) malam, oleh Pemimpin Umum BKPBM Mahyudin Al Mudra dan Kepala Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta, Condroyono.
Mahyudin, dalam sambutannya, menuturkan, portal rajaalihaji.com merupakan salah satu cara BKPBM dalam mengapresiasi karya-karya Raja Ali Haji yang telah menjadi sumber inspirasi bagi berbagai generasi untuk hidup sebagai bangsa Melayu yang bermartabat. Dua karya Raja Ali Haji yang paling terkenal antara lain, Kitab Pengetahuan Bahasa, Gurindam 12, dan Bustanul Katibin.
“Sayangnya, banyak karya Raja Ali Haji yang berserakan seperti mozaik dan tersebar di berbagai lokasi pustaka di seluruh dunia. Portal ini merajut kembali mozaik tersebut dan menyajikannya kepada khalayak secara komprehensif, akurat, dan cepat,” ujar Mahyudin.
Tak sekadar memuat biografi dan hasil karya Raja Ali Haji, portal yang sebenarnya sudah dapat diakses sejak 20 Maret ini juga mencantumkan berbagai karya ilmiah, pemikiran, opini, resensi buku, dan artikel yang bertautan dengan sastrawan Melayu abad ke-19 ini.
Menurut Condroyono, rajaalihaji.com dapat menjadi semacam portal nostalgia dalam bidang sastra. Ia mengakui, tidak banyak pihak yang menekuni atau mendalami kajian karya-karya Raja Ali Haji. Pada umumnya pengetahuan sastra gurindam atau syair hanya disampaikan pada pelajaran formal sekolah menengah pertama atau umum.
Kepala Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada, Aris Arif Mundayat mengatakan, portal ini memiliki manfaat lain, yakni memperkenalkan budaya Melayu di tingkat internasional. Dengan begitu, studi sastra Melayu dapat semakin populer karena akan terjadi proses interaksi lintas budaya dan negara.
Selain portal rajaalihaji.com, pada kesempatan yang sama diluncurkan portal www.wisatamelayu.com. Portal ini berisi tentang informasi wisata di berbagai negara Melayu di dunia. (YOP)
Sumber : Harian Kompas, suplemen Jogja (8 juli 2008)