Close
 
Sabtu, 23 Mei 2026   |   Ahad, 6 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 6.233
Kemarin : 30.549
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 sepember 2008 08:30

Dr. Minako Sakai: Politik Identitas Melayu Menguat

Dr. Minako Sakai: Politik Identitas Melayu Menguat

Yogyakarta, MelayuOnline.com - Beberapa saat setelah bangsa Indonesia memasuki era reformasi, politik identitas orang Melayu, seperti di Sumatra, tampak menguat. Ekspresi-ekspresi kemelayuan merebak di mana-mana melalui kesenian, baik itu seni tari, teater atau jenis kesenian lainnya, serta melalui simbol-simbol seperti pakaian. Ada kemauan kolektif dari masyarakat Melayu untuk kembali membangun identitas kemelayuannya setelah sekian lama ditekan oleh sistem pemerintahan yang begitu opresif. Politik identitas semacam ini bagi masyarakat setempat sangat penting karena merupakan sarana penguatan jati diri.  

Fenomena tersebut telah diteliti secara mendalam oleh Dr. Minako Sakai, seorang pengajar senior berkebangsaan Jepang di Indonesian Studies, School of Humanities and Social Sciences, The University of New South Wales (UNSW), Australia, sejak tahun 2003. Beberapa temuan-temuannya selama penelitian diperbincangkan dengan beberapa kru MelayuOnline.com di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), pada Jumat (05/09/08).


Dalam penjelasannya yang singkat, Ibu Mina atau Amina, demikian ia suka disapa, menyayangkan bahwa pemaknaan atau ekspresi kemelayuan di daerah-daerah di Sumatra sarat dengan muatan politis. Biasanya nuansa kemelayuan terasa kuat pada saat-saat tertentu saja, yaitu ketika ada pihak-pihak mengadakan acara dengan agenda politik tertentu. Saat itulah orang-orang berpakaian adat Melayu dan menggelar kesenian Melayu. Dengan demikian ada ketidakjelasan, apa yang dimaksud Melayu dalam pengertian mereka.  

Secara rinci, hasil penelitian Ibu Mina akan dipresentasikan di BKPBM dalam acara diskusi bulanan dan buka puasa bersama pada hari Rabu tanggal 10 September mendatang, jam 16.00 WIB. Rencananya, forum diskusi tersebut akan dihadiri beberapa peneliti dan mahasiswa dari beberapa universitas di Yogyakarta.

Kunjungan Ibu Mina di BKPBM ini adalah yang pertama kalinya. “Pada awalnya saya mengira lembaga ini milik Malaysia. Saya baru tahu ternyata dimiliki dan dikelola secara sungguh-sungguh oleh orang Indonesia,” kata Ibu Mina beberapa saat setelah memasuki ruang perpustakaan BKPBM. “Beberapa tulisan saya nanti akan saya kirim ke sini untuk menambah data,” janjinya.


Saat salah satu kru MelayuOnline.com, Ahmad Salehudin, menawari kerjasama penelitian bersama, Ibu Mina menyambut dengan antusias, dan akan menindaklanjuti tawaran tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, Ibu Mina juga bersedia menjadi konsultan MelayuOnline.com terhitung sejak 5 September 2008.

Dalam kesempatan itu, Mahyudin Al Mudra, SH., MM (Pemangku BKPBM), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ibu Mina sebagai konsultan MelayuOnline.com. Acara pengukuhan sebagai konsultan akan ditaja pada 10 September 2008, setelah Ibu Mina menyampaikan presentasinya dalam diskusi bulanan BKPBM.

(Ali Rido/brt/21/09-08).   


Dibaca : 4.296 kali.

Tuliskan komentar Anda !