Close
 
Senin, 25 Mei 2026   |   Tsulasa', 8 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.868
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 juni 2007 03:19

Bazar Makanan Tradisional Melayu

”Datuk Bintan” pun Turut Dijual

Lagoi- Guna meningkatkan daya tarik wisata, Dinas Pariwisata Bintan, Ahad (24/6) mengelarr Bazar Makanan tradisional Melayu. Sedikitnya 48 jenis makanan dan minuman Melayu dihadirkan dalam acara bazar yang digelar di Nirwana Gardens Resort, Lagoi.

Dengan digelarnya bazar makanan ini, ternyata Bintan tidak hanya memiliki potensi pariwisata bertaraf internasional semata, melainkan kaya dengan berbagai jenis makanan. Bahkan, ada di antara jenis makanan dan minuman tersebut dianggap cukup unik seperti “Datuk Bintan”.

”Datuk Bintan ini merupakan jenis minuman yang terbuat dari mangga kueni dicampur santan,” jelas Ketua Penyelenggara Bazar, Endang kepada wartawan.

Acara bazar sendiri dihadiri oleh Bupati Bintan Ansar Ahmad, Kepala Dinas Pariwisata Bintan Khazalik, Direktur PT BRC Lagoi Frans Gunara, GM Nirwana Gardens Resort Abdul Wahab dan Isteri Wakil Gubernur Kepri Ny Aisyah M Sani.

Menurut Endang, makanan dalam bazar antara lain jenis kue sebanyak 38 jenis, 5 jenis minuman, 4 Halue Pepaya dan makanan berat. Selain memiliki aneka rasa yang lezat jenisnya makanan dan minuman tradisional Melayu juga banyak yang memiliki nama yang unik.

Selain “Datuk Bintan” ada juga makanan yang namanya cukup unik yaitu ”Putri Dewi Sekamar”. “Makanan dan minuman ini merupakan kreasi dari kelompok ibu-ibu enam kecamatan di Kabupaten Bintan,” jelas Endang.

Mengenai Bazar makanan tradisional, Bupati Bintan Ansar Ahmad menerangkan, kegiatan tersebut merupakan uji coba pemerintah untuk menarik para turis. Di samping itu, memberikan tambahan bagi pihak hotel untuk memperkaya menu makanan yang telah ada.

Melalui bazar, kata Ansar, pemerintah ingin memberikan dukungan agar kawasan pariwisata lebih banyak diversifikasi. Dan bazar makanan tradisional ini akan dilakukan secara rutin, tidak hanya di Nirwana, di hotel lainnya di Lagoi maupun di tempat lain akan dilakukan sama.

Ansar menambahkan, sektor pariwisata ini juga merupakan penyumbang PAD Bintan yang cukup besar. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memberikan nilai tambah agar pariwisata yang ada di Bintan bisa tambah maju. “Alhahmdulillah, animo turis juga cukup bagus,” kata Ansar seraya menyebutkan, dengan kegiatan bazar diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sumber : Batam Pos


Dibaca : 6.676 kali.

Tuliskan komentar Anda !