Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.735
Hari ini : 21.530
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

27 sepember 2008 04:45

Nuda Singapura Jajaki Kerjasama dengan BKPBM

Nuda Singapura Jajaki Kerjasama dengan BKPBM

Yogyakarta, MelayuOnline.com– Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) telah siap siaga membangun Melayu menatap era gelombang keempat, era di mana ekonomi kreatif merupakan modal utamanya. Semua aspek Melayu dan kemelayuan, baik itu sejarah, budaya, sastra, maupun bahasa dikaji dan dikembangkan untuk kemaslahatan masyarakat Melayu itu sendiri. Untuk itu, BKPBM berupaya menjalin kerjasama dengan banyak pihak yang berkompeten agar aktivitas-aktivitasnya berjalan optimal. BKPBM membuka diri kepada siapapun dan lembaga manapun yang mau menjalin kerjasama, terutama dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya Melayu. Sekecil apapun bentuk kerjasamanya, pasti lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya. 

Mahyudin Al Mudra, SH., MM (Pendiri dan Pemangku BKPBM) menyampaikan hal itu ketika menyambut utusan Nuda (lembaga yang bergerak di bidang pelestarian bahasa dan kesenian Melayu Singapura), Surya Darma, Selasa (23/09/08) di ruang pertemuan BKPBM. Kedatangan Nuda yang pertama kali ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama antara kedua lembaga.

“Saya melihat antara BKPBM dan Nuda memiliki persamaan visi, sehingga kemungkinan kerjasama antara kedua lembaga sangat terbuka,” kata Surya mengawali pembicaraannya. Nuda mulai bergerak di bidang pelestarian bahasa dan kesenian Melayu pada tahun 2004. Inisiatif itu diambil oleh beberapa orang Melayu Singapura yang resah melihat nasib bahasa Melayu yang semakin asing bagi masyarakatnya sendiri.  

“Banyak orang Melayu Singapura yang sudah tidak bisa berbicara bahasa Melayu. Saya pernah mengajarkan bahasa Melayu kepada mereka tetapi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya,” kata Surya. Oleh karena itu, kerjasama antara BKPBM dan Nuda diharapkan memperkaya wacana pengembangan bahasa, seni, dan budaya Melayu baik di Indonesia maupun di Singapura.

Terjalinnya kerjasama antara BKPBM dengan masyarakat Melayu di luar Indonesia, menurut Mahyudin, menunjukkan adanya kesadaran bahwa pada dasarnya masyarakat Melayu adalah satu. Tidak terbagi oleh batasan politik atau geografi. Gagasan Melayu Baru yang diusung MelayuOnline.com bertujuan untuk mewujudkan persatuan kultural tersebut. Oleh karena itu, pengembangan budaya Melayu di manapun menjadi tanggungjawab bersama.   

Dalam pembicaraan awal itu, kedua pihak telah bersepakat menjalin kerjasama. Pembicaraan baru pada tahap penjajakan awal, belum masuk pada bidang-bidang yang akan dikerjasamakan. Pada pertemuan selanjutnya, pembicaraan akan difokuskan pada optimalisasi pengelolaan kekayaan budaya Melayu sebagai sumber kemaslahatan bagi masyarakatnya. Rencananya, pertemuan kedua akan dilaksanakan di Singapura pada pertengahan Oktober 2008. (Ali Rido/brt/22/08-08)


Dibaca : 2.868 kali.

Tuliskan komentar Anda !