Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 12.365
Hari ini : 130.977
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 oktober 2008 03:30

Dentuman Meriam Karbit Meriahkan Takbiran di Pontianak

Dentuman Meriam Karbit Meriahkan Takbiran di Pontianak

Pontianak- Ada kemeriahan di pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, saat malam takbiran yang baru berlalu. Di sana sejumlah meriam terpasang. Meriam yang digunakan tentu bukan meriam sungguhan. Namun bunyinya cukup memekakkan telinga. Bahkan, suaranya bisa terdengar hingga radius 10 kilometer.

Dentuman suara meriam karbit raksasa ini terus menggelegar sepanjang malam di sepanjang Sungai Kapuas. Perang meriam ini adalah tradisi yang sudah berlangsung sejak abad 17 Masehi, terutama setiap bulan puasa dan malam Idulfitri.

Setiap kampung sedikitnya memiliki empat hingga enam buah meriam karbit raksasa. Perang meriam ini dilakukan antarkampung yang berseberangan di sepanjang sungai. Penduduk setiap kampung membuat pentas meriam yang diramaikan dengan umbul-umbul warna warni agar terkesan meriah.

Tradisi meriam karbit ini terkait dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak. Pada abad 17, saat Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie akan membuka Kota Pontianak, syahdan mendapat gangguan dari kuntilanak. Sultan lalu menembakkan meriam dari kapalnya untuk mengusir kuntilanak itu. Dan nama kuntilanak kini menjadi nama Kota Pontianak.(ANS/Amien Alkadrie dan Agus Gunawan)

Sumber : www.liputan6.com (1 Oktober 2008)


Dibaca : 2.974 kali.

Tuliskan komentar Anda !