Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
02 oktober 2008 03:53
Parade Takbir dari Kota Yogyakarta
Salah satu peserta parade takbir di Kota Yogyakarta.
Yogyakarta, MelayuOnline.com— Malam takbiran (30/09) kali ini terasa istimewa bagi warga Kota Yogyakarta. Pasalnya, parade takbir yang sudah menjadi tradisi tahunan bagi setiap kampung di Yogyakarta, kali ini dilombakan. Lomba yang diselenggarakan oleh Masjid Gedhe Kauman ini, diikuti oleh kelompok peserta yang mewakili tiap-tiap kampung yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Tiap kelompok, yang mayoritas anggotanya terdiri dari anak-anak kecil dan remaja, berusaha seoptimal mungkin untuk menampilkan kreativitasnya dalam parade tersebut. Masing-masing kelompok memiliki formasi barisan yang rapi dengan seragam yang menarik. Seperti yang dilakukan oleh kelompok dari Masjid Al-Ihsan, dari Randubelang, Sewon, Bantul, mereka menggunakan seragam yang didominasi warna merah dan putih, dan seluruh peserta wanitanya menggunakan kerudung. Selain itu, kelompok ini pun turut menampilkan atraksi seperti layaknya marching band, lengkap dengan seperangkat alat musik, pembawa bendera, dan formasi barisannya.
Selain berusaha menampilkan seragam dan formasi yang menarik, tiap-tiap kelompok juga berusaha meramaikan barisannya, dengan mengarak benda-benda hasil kreativitas mereka. Seperti kelompok dari Kampung Kauman, yang mengarak replika masjid Kauman, dengan spanduk di depannya yang bertuliskan “Woedjoedkan Ukhuwah dan Boedaya Persatoean dengan Semangat Takbiran”. Beberapa kelompok lain pun tak mau kalah, ada yang juga turut mengarak replika masjidnya, namun ada juga yang mengarak benda-benda lain, seperti replika perahu dengan tulisan “Gema Takbir Kemenangan” di badan perahu tersebut.
Acara yang sangat meriah ini, turut menjadi perhatian warga Yogyakarta dan juga wisatawan mancanegara. Banyak dari mereka yang berbondong-bondong untuk melihat parade takbir ini. Kondisi seperti ini, berdampak pada kemacetan di ruas-ruas jalan tertentu yang dilewati oleh peserta parade, seperti Jalan Senopati, Jalan Wahid Hasyim, dan Jalan Brigjen Katamso. Bahkan beberapa diantaranya ada yang ditutup sementara, hingga peserta parade selesai melewatinya.