Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
04 oktober 2008 01:16
Suasana Ramadhan Masih Terasa di Lombok
Mataram- Hingga hari tiga setelah Hari Raya Idulfitri suasana puasa Ramadhan masih terasa di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), karena sebagian besar masyarakat sekitar masih melanjutkan puasa sunat bulan Syawal.
Puasa sunat dilaksanakan selama enam hari yakni mulai sehari setelah Lebaran hingga Selasa (7/10) dan akan diakhiri dengan perayaan Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat.
Hasil pantuan di Mataram, Jumat, kegiatan puasa sunat banyak dilakukan dikampung-kampung terutama orang yang telah dewasa, sehingga suasana seolah-olah masih berada di bulan puasa Ramadhan.
Karena banyaknya masyarakat yang melakukan puasa sunat, maka disejumlah masjid sekitar pukul 03.00 subuh masih terdengar seruan sahur-sahur dan banyak pula masyarakat yang bangun makan sahur.
Inaq Mirham (50) salah seorang yang rutin atau istiqomah melaksanakan puasa sunat setelah Hari Raya Idulfitri mengatakan, puasa sunat dilakukan sejak masih muda dan kini seolah telah menjadi tradisi.
Kalau tidak melanjutkan puasa sunat setelah puasa Ramadhan rasanya kurang afdal atau seolah-olah puasa Ramadhan terasa tidak sempurna, sehingga puasa sunat tetap dilaksanakan.
"Dalam sebuah Hadist Nabi yang artinya Siapa saja yang melaksanakan puasa sunat enam hari setelah Hari Raya Idulfitri, maka seolah-olah dia telah berpuasa selama setahun," katanya.
Setelah selesai melaksanakan puasa enam hari maka akan diakhirnya dengan perayaan Lebaran Topat, namun yang merayakan tidak hanya orang yang berpuasa sunat melainkan seluruh masyarakat baik tua, muda dan anak-anak.
Pada saat Lebaran Topat, hampir seluruh obyek wisata terutama kawasan Pantai Senggigi dan Batu Layar dipenuhi pengunjung yang jumlahnya mencapai ratusan ribu orang.
Lebaran Topat dirayakan setelah seminggu melaksanakan Hari Raya Idulfitri dan itu telah menjadi tradisi masyarakat Lombok sehingga oleh Dinas Pariwisata NTB, Lebaran topat dijadikan salah satu kalender pariwisata daerah itu.
pada hari Lebaran Topat, masyarakat ramai ke obyek wisata Batu Layar untuk melakukan ziarah makam seorang wali dari Bagdad, Iraq yang berada pada sebuah perbukitan di Batu Layar, wali tersebut konon meninggal dunia setelah menyebarkan agaam Islam di Lombok.
Setelah berziarah, warga yang datang dari berbagai daerah di NTB itu kemudian menuju kawasan Pantai Senggigi untuk berpesta merayakan Lebaran Topat sambil makan ketupat dan makanan lain yang sengaja dibawa dari rumah.
Selain itu, biasanya aparat pemerintah setempat menyediakan banyak ketupat, yang ditata sedemikian rupa sehingga menyerupai ketupat raksasa, setelah itu biasanya dibagikan setelah warga berkumpul dan berdoa bersama.
Sumber : www.antara.co.id (3 Oktober 2008) Kredit foto : si-wahyu.blogspot.com