Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
13 oktober 2008 02:22
DR Meutia Hatta: Gurindam 12 Cocok Dipedomani
Jakarta- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan DR Meutia Hatta mengatakan, budaya Melayu sangat mencerminkan budaya dan falsafah bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Makna dan butir-butir Pancasila banyak terkandung dalam nilai-nilai budaya Melayu. Seperti yang tertera dalam syair Gurindam 12 karya sastra pahlawan nasional, Raja Ali Haji.
Dalam penilaian Meutia Hatta, Gurindam 12 banyak memuat norma-norma dan ajaran-ajaran yang sangat cocok untuk dipedomani dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut putri proklamator Bung Hatta ini, sudah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk kembali menjunjung nilai-nilai budaya, terutama budaya Melayu, dalam setiap sendi kehidupan bangsa.
Hal ini disampaikan langsung Meutia Hatta dalam pertemuannya dengan Wako Tanjungpinang, Hj Suryatati A Manan di kantor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, Jakarta, Kamis (9/10). Pertemuan itu dihadiri juga Kepala Bappeko Drs H Syafrial Evi, Kadisnaker Kota Drs Said Parman, Kabag Humas Drs Abdul Kadir Ibrahim, MT, dan Kabid Kebudayaan dan Sosial Bappeko, Catry Jintar.
Dalam kesempatan itu, Meutia Hatta juga menyatakan dukungannya pada pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Budaya Melayu (RBM) II Kota Tanjungpinang yang akan dilaksanakan selama sepekan mulai tanggal 17 Desember 2008 nanti.
Bukan hanya dukungan, Meutia Hatta bahkan menyatakan kesediaannya untuk membuka secara langsung acara tersebut di Tanjungpinang. Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan tahun 2004 lalu. Meutia sekaligus akan menghadiri seminar tentang budaya Melayu yang akan dilaksanakan sempena RBM II.
”Sudah saatnya, dalam kondisi yang amburadul saat ini, kita harus kembali menjunjung nilai-nilai budaya Melayu. Sebab, sejak dulu bahasa Melayu itu sendiri dijadikan lingua franca,” kata Meutia seperti yang disampaikan Kasubg Santel Humas Setdako Tanjungpinang, Teguh Susanto kepada Batam Pos, Jumat (10/10).
Pada pertemuan itu, Tatik mengatakan seminar tentang budaya Melayu yang dilaksanakan seiring dengan RBM II itu ditujukan mencari dan menyusun formulasi yang tepat. Terutama sekali, agar filosofi-filosofi dalam budaya Melayu itu, bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Pekan RBM II ini dijadwalkan akan diisi dengan berbagai kegiatan kebudayaan. Selain seminar budaya Melayu, juga kemah budaya ASEAN dan pagelaran seni budaya etnis lain yang ada di Kota Gurindam. ***