Close
 
Senin, 25 Mei 2026   |   Tsulasa', 8 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 8.152
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 oktober 2008 08:07

Malam Ini, Puncak Anugerah Sagang 2008

Malam Ini, Puncak Anugerah Sagang 2008

Pekanbaru, Riau- Malam puncak Anugerah Sagang 2008, Selasa (28/10) malam ini pukul 20.00 WIB, akan sedikit berbeda dari malam prosesi anugerah tahun-tahun sebelumnya. Acara yang akan dihelat di Hotel Ibis Pekanbaru ini akan menggunakan perangkat teknologi multimedia yang menjadikan prosesi akan lebih menarik.

Dengan perangkat teknologi ini, menurut Ketua Panitia Pelaksana Anugerah Sagang 2008, Syamsul Bahri Samin, para undangan dan pemirsa Rtv (acara ini akan disiarkan secara live) bisa menyaksikan napak tilas Anugerah Sagang dan profil penerimanya sejak 1996-2008. “Tahun ini, puncak penyerahan Anugerah Sagang dikemas lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun kita lebih banyak menggunakan multimedia,” ujar Syamsul kepada Riau Pos, Senin (27/10).

Penayangan profil penerima Anugerah Sagang sejak awal hingga sekarang, menurut Syamsul, adalah untuk me-review kembali perjalanan panjang 13 tahun Anugerah Sagang. Paling tidak, penayangan profil tersebut dapat menciptakan rindu penerima anugerah yang semakin mematangkan karyanya setiap tahun.

Khusus untuk Seniman/Budayawan pilihan Sagang 2008, Fakhrunnas MA Jabbar, pada prosesi puncak juga akan menyampaikan orasi budaya. Fakhrunnas akan menyampaikan orasinya setelah menerima secara resmi tropi yang mencantumkan tulisan ”Anugerah Sagang” yang terbuat dari emas 24 karat.

Selain Fakhrunnas, penerima anugerah untuk enam kategori lainnya juga akan menerima tropi sejenis. Yakni, kategori Buku Pilihan Sagang yang diberikan kepada Syair Siak Sri Indrapura Dar Al-Salam Al-Qiyam karya SPN Drs Ahmad Darmawi MAg. Kategori Non-Buku Pilihan Sagang diberikan kepada “Topeng Mak Yong” (lukisan) karya Emmy Kadir. Kategori Institusi/Lembaga Pilihan Sagang yang diberikan kepada Radio Soreram 95,1 FM, Pekanbaru. Kategori Anugerah Serantau Pilihan Sagang diberikan kepada Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Jokjakarta. Sedangkan Anugerah Jurnalistik Budaya Pilihan Sagang yang diberikan kepada Melihat Tradisi Budaya Pacu Jalur di Teluk Kuantan: Menjual Ayam Mengeram, karya wartawan Riau Pos Purnimasari. Terakhir kategori Penelitian Budaya Pilihan Sagang, diberikan kepada ”Khazanah Kerajinan Melayu Riau” karya Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Riau.

“Untuk malam puncak, seperti tahun-tahun sebelumnya, penerima Anugerah Seniman/Budayawan Pilihan Sagang akan menyampaikan  orasi budaya,” ujar Wapemred Riau Pos ini.

Selain penyerahan anugerah dan orasi budaya, panitia juga menggelar berbagai acara pendukung seperti tari persembahan, elu-eluan dari Ketua Dewan Pendiri Yayasan SagangRida K Liamsi. Acara dilanjutkan dengan persembahan seni lainnya seperti tari dan pembacaan puisi oleh pemenang pertama lomba baca puisi tingkat nasional piala Rida K Liamsi beberapa waktu lalu di Jakarta. Khusus untuk persembahan tari, dipercayakan kepada Sanggar Tari Sri Melayu pimpinan Sunardi dan musikalisasi puisi oleh musisi jalanan. Akan hadir pula, Gubernur Riau Drs H Wan Abubakar MS MSi.

Satu lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam acara malam anugerah ini juga akan diluncurkan enam buku terbitan Yayasan Sagang. Acara akan ditutup dengan penyerahan piagam kepada semua sponsor pendukung.

Panitia juga mengundang media-media cetak nasional untuk menambah kegairahan acara tersebut. Apalagi publikasi secara nasional memang perlu dilakukan karena Anugerah Sagang yang tetap intens memperhatikan perkembangan kebudayaan Melayu dalam 13 tahun terakhir, tidak saja di Riau melainkan Serantau perlu mendapatkan perhatian di ruang lebih luas lagi. “Kita juga mengundang media nasional agar gema Anugerah Sagang tersebar dan diketahui secara lebih luas lagi,” jelas Syamsul.

Untuk itu Syamsul mengharapkan semua undangan, bisa hadir pada acara itu. Sebab, menurutnya, apalah artinya Anugerah Sagang jika tidak mendapat apresiasi positif dari masyarakat, terutama seniman dan budayawan yang menjadi perhatian utama Yayasan Sagang. (fed/fia)

Sumber : www.riaupos.com (28 Oktober 2008)


Dibaca : 2.693 kali.

Tuliskan komentar Anda !