Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.348
Kemarin : 20.067
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

31 oktober 2008 01:54

Depag Gelar Konferensi Studi Islam

Depag Gelar Konferensi Studi Islam

Jakarta- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof Dr Muhammad Ali di Departemen Jakarta Kamis (30/10) mengungkapkan Departemen Agama akan menggelar konferensi studi-studi Islam (Annual Conference on Islamic Studies -ACIS) ke-8 di Palembang. Kegiatan yang digelar 3-6 November 2008 tersebut diikuti para pakar dari dalam dan luar negeri.

“Berkumpulnya para pakar di ACIS dimaksudkan agar PTAI-PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam) lebih berperan menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu keislaman di Indonesia," tandas Muhammad Ali yang dalam kesempatan tersebut didampingi Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama Prof Machasin.

Menurut dia, sejumlah pakar akan menjadi narasumber pada kegiatan ACIS kedelapan tersebut. Mereka itu antara lain, Menkominfo Prof Dr Muhammad Nuh selaku pakar teknologi komunikasi, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof Dr Zuhal, Pengamat Politik Dr Fachry Ali, MA, Deputi Direktur BI Dr Hj Siti Fajriah, pakar ekonomi Islam UII Yogyakarta Prof Dr Munrohim Misanam, dan Sosiolog Dr Moeslim Abdurrahman. Bakal juga hadir sebagai narasumber sejarawan LIPI Dr Anhar Gonggong, Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Mahfud MD, Direktur Bank Muamalat Indonesia Riawan Amin, pakar pendidikan Islam Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, Dr Charmaeda dari Islamic Development Bank (IDB) dan Prof Madya Dr Ibrahim Abubakar dari National University of Malaysia.

Tujuan digelarnya ACIS kedelapan, sambung Ali, untuk memperkuat kelembagaan PTAI dan meningkatkan relevansi kajian-kajian ke-Islaman dalam menyelesaikan.

Persoalan-persoalan umat Islam dan bangsa Indonesia. “Secara khusus, ACIS ke-8 dimaksudkan untuk menginspirasi dan mendorong para pengelola PTAI, para sarjana dan ilmuwan di lingkungan PTAI untuk memikirkan dan mendiskusikan arah pengembangan kelembagaan PTAI serta aktualitas, kenteks dan relevansi kajian-kajian ke-Islaman yang dikembangkan agar dapat memainkan peran lebih besar dalam meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. (dam/pt)

Sumber : www.republika.co.id (30 Oktober 2008)
Kredit foto : www.depag.go.id


Dibaca : 3.223 kali.

Tuliskan komentar Anda !