Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
01 november 2008 13:15
Melalui Pengembangan IT Wujudkan Jogja Cyber Province
Yogyakarta, MelayuOnline.com— Pemanfaatan perangkat IT (Information Technology) dewasa ini makin berkembang di segala bidang. Peran IT baik di lingkungan pemerintahan, pendidikan, hingga pengembangan kebudayaan tak dapat dielakkan lagi. Oleh sebab itu, Forum Masyarakat IT (FMIT) Yogyakarta dapat menjadi satu pendorong bagi terbentuknya Jogja Cyber Province, yaitu sebuah provinsi yang dinamika pemerintahan dan kehidupan masyarakatnya didukung oleh kecanggihan teknologi informasi.
Hal itu diungkapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam acara “Jogja IT Go Action: Dari Jogja Untuk Indonesia”, Sabtu siang (01/11) di Jogjakarta Expo Center (JEC). Selain diskusi tersebut, di JEC juga sedang digelar pameran komputer Jogjakomtek 2008, dari tanggal 1—5 November 2008.
Diskusi yang diselingi dengan makan siang bersama Sri Sultan tersebut menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Frans Budiono (Ketua Umum FMIT Yogyakarta), Prof. Achmad Djunaedi (Kepala Badan Informasi Daerah Provinsi DIY), serta Prof. Suwarsih Madya, Ph.D (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY). Beberapa tamu undangan yang nampak hadir siang itu antara lain Hari Dendi (Budayawan Yogyakarta), KRMT Roy Suryo (pakar Telematika), serta Hadi Kurniawan dan Nursaid Ali Rido (Wakil Pimpinan Umum MelayuOnline.com dan Pimpinan Redaksi MelayuOnline.com)
Dalam diskusi ini, Frans Budiono menyoroti laju pertumbuhan bisnis IT yang cukup pesat di Yogyakarta. Menyikapi perkembangan tersebut, FMIT sedang merencanakan beberapa agenda, salah satunya adalah Sunday Market. “Agenda ini merupakan program rutin bertemunya para pelaku bisnis maupun maniak IT di Yogyakarta. Bahkan, ke depan mungkin akan ada pasar klitikan (barang bekas) IT yang dapat menjadi pasar murah bagi para penggemar IT,” ujarnya.
Semaraknya penggunaan perangkat IT tentu saja merupakan indikasi positif bagi kemajuan Yogyakarta. Sebagai kota pelajar, di mana terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara, Yogyakarta dapat menjadi penggerak bagi pemanfaatan IT untuk dunia pendidikan di Indonesia. “Tentu saja, bukan hanya mahasiswa dan pelajar, masyarakat luas juga kita harapkan dapat ikut berpartisipasi memanfaatkan IT,” tutur Achmad Djunaedi.
Sementara itu, Suwarsih Madya mengemukakan tentang perkembangan penggunaan perangkat IT di sekolah-sekolah. “Saat ini, sekitar 28 persen SMP dan 32 persen SMA telah memanfaatkan internet. Untuk selanjutnya, kami mencanangkan program ‘one school one lab’, di mana tiap sekolah diupayakan memiliki lab komputer,” terangnya. Hanya saja, penggunaan IT di sekolah kerap tersandung kendala biaya. “Ada sekolah yang sudah terkoneksi internet, tetapi enggan memanfaatkannya karena tidak kuat membayar ongkos listrik yang naik,” tambahnya.
Untuk mewujudkan masyarakat yang berbasis teknologi informasi, FMIT diharapkan dapat mendorong para pelaku IT untuk menyumbangkan kemampuannya bagi kemajuan Yogyakarta. “Ada banyak blogger dan ahli di bidang piranti lunak di Yogyakarta. Sayangnya kemampuan mereka masih banyak dimanfaatkan oleh orang luar negeri,” ujar M. Aditya, peserta diskusi dari PT Gamatechno Indonesia.