Close
 
Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 906
Hari ini : 19.185
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 november 2008 04:56

Kepulauan Riau Menjemput Kegemilangan Tamadaun Melayu Melalui Pendidikan

Kepulauan Riau Menjemput Kegemilangan Tamadaun Melayu Melalui Pendidikan

Yogyakarta, MelayuOnline.com- Sejak berpisah dari Provinsi Riau dan menjadi provinsi tersendiri, Kepulauan Riau terus berupaya untuk mengembalikan kegemilangan tamadun Melayu, sebagaimana pernah dicapai daerah ini pada abad ke XIII-XV. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan.

26 Oktober 2008, bertempat di Hotel Hyatt Yogyakarta,  Gubernur Kepri, Drs. Ismeth Abdullah, menyampaikan kepada Hadi Kurniawan, S.H.I (Wakil Pimpinan Umum MelayuOnline.com), Yuhastina Sinaro (Humas MelayuOnline.com), Nursaed Ali Rido, MA (Pimred MelayuOnline.com), dan Ahmad Salehudin MA. (Pimred RajaAliHaji.com) tentang alasan mengapa Pemprov Kepri memilih strategi perbaikan pendidikan sebagai landasan untuk mengembalikan kegemilangan tamadun Melayu. Berikut petikan wawancara tersebut.


MelayuOnline.com (Melon): Bapak berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Melayu di Kepuluan Riau. Apa yang akan dan telah dilakukan Pemprov Kepri untuk mewujudkannya?

Ismeth Abdullah (IA): Sejak Kepulauan Riau menjadi provinsi tersendiri, hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan pembenahan sistem pendidikan, dan mengalokasikan anggaran 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta terus kita perbaiki. Kualitas tenaga pengajar juga terus kita tingkatkan, yaitu dengan menyediakan beasiswa bagi mereka yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, kesejahteraan mereka juga terus kita perbaiki, misalnya dengan memberikan insentif tambahan bagi para guru baik negeri maupun swasta yang besarnya disesuaikan dengan lokasi di mana mereka mengajar. Dengan cara ini, kami berharap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kepri meningkat dengan pesat.

Melon: Mengapa harus pendidikan?

IA: Allah memberikan kekayaan alam dan budaya yang melimpah kepada masyarakat Kepri. Kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat apa-apa atau bahkan akan menjadi sumber bencana jika tidak dikelola secara arif dan bijaksana. Untuk memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola kekayaan tersebut secara baik, maka penyediaan pendidikan bermutu merupakan jalan satu-satunya. Pendidikan yang unggul bukan pendidikan yang sekedar berorientasi pada intelektualitas semata, tetapi juga penanaman dan pembentukan moral yang baik. Kekayaan alam dan budaya yang melimpah jika dikelola oleh tenaga-tenaga profesional yang amanah akan memberikan kesejahteraan melimpah kepada masyarakat dan pada gilirannya akan menjadikan daerah ini pusat kebudayaan Melayu.


Melon: Provinsi Riau telah berazam untuk menjadi pusat Melayu pada tahun 2020, apakah Kepulauan Riau juga memiliki azam yang sama?

IA: Kita tidak perlu merencanakan kapan Kepri akan menjadi pusat Melayu, karena sejak abad ke XIII, Kepri telah menjadi pusat Melayu. Bagi kami, yang terpenting sekarang adalah bagaimana melakukan pembangunan terencana sehingga kegemilangan tamadun Melayu dapat kami raih kembali. Oleh karenanya, kami mengajak kepada Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) untuk ikut berperan dalam pembangunan di Kepulauan Riau. BKPBM dapat berpartisipasi dalam pelestarian dan pengembangan budaya Melayu, dan mempublikasikan kekayaan tersebut ke segala penjuru dunia melalui media online yang dimiliki (www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, dan www.rajaalihaji.com).

(Ahmad Salehudin/brt/11/08)


Dibaca : 4.844 kali.

Tuliskan komentar Anda !