Close
 
Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.385
Hari ini : 19.932
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 desember 2008 02:18

`I La Galigo` dan `Mak Yong` Diusulkan sebagai Memory of the World

`I La Galigo` dan `Mak Yong` Diusulkan sebagai Memory of the World
Pementasan Makyong

Jakarta— Setelah diterimanya usulan Indonesia tentang Nagarakrtagama sebagai Memory of the World atau ingatan dunia dalam sidang Mowcap Februari 2008 secara unanimous, tahun ini Komisi Memory of the World (MOW) Indonesia mengusulkan I La Galigo dan dokumentasi Mak Yong.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie mengatakan, warisan dokumenter yang dimiliki bangsa Indonesia sangat banyak dan tersebar di berbagai tempat di Indonesia, tetapi sebagian besar telah dikumpulkan dalam koleksi-koleksi publik, seperti museum, perpustakaan, dan universitas.

Sebagian lagi yang tidak dapat diperkirakan jumlahnya masih berada di tangan para kolektor secara pribadi. Kebanyakan melalui pewarisan dan pengumpulan secara aktif.

Di Indonesia, program MOW telah diselenggarakan selama tiga tahun sejak 2005. Tahun ini Komisi MOW Indonesia mengusulkan I La Galigo dan dokumentasi Mak Yong sebagai ingatan dunia. "Salah satu keberhasilan Komisi MOW adalah diterimanya usulan Indonesia tentang Nagarakrtagama sebagai ingatan dunia," kata Umar Anggara Jenie, pada seminar Memory of the World, Jumat (5/12) di Jakarta.

Menurut Ketua LIPI itu, para pakar di bidang sejarah dan budaya harus saling bertukar pendapat dan mengoordinasikan berbagai kepentingan untuk mengajak masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran akan nilai- nilai warisan budaya Indonesia, serta mencari kiat-kiat dalam pemberdayaan sejarah dan nilai budaya.

Sebab kebanyakan dari dokumen tersebut ada di perpustakaan, museum, dan pusat arsip nasional, dan banyak yang dalam keadaan terancam punah karena terkena bencana, seperti banjir, kebakaran, atau karena tidak terpelihara dengan baik. Yurnaldi.

Sumber : http://kompas.com/.. (5 Desember 2008)
Kredit foto : www.flickr.com (affacino)


Dibaca : 1.487 kali.

Tuliskan komentar Anda !