Close
 
Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.677
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 desember 2008 02:37

Petta Rani, Anak Raja Bone yang Lahir di Mangasa

Petta Rani, Anak Raja Bone yang Lahir di Mangasa

Makassar, Sulawesi Selatan- Andi Pangerang Petta Rani atau Andi Pangerang Daeng Parani lahir di Desa Mangasa, Kerajaan Gowa, 14 Mei 1903. Ia anak dari pasangan I Batasai Daeng Taco dan Andi Mappanyukki.

Andi Mappanyukki yang namanya turut diabadikan sebagai nama jalan di Makassar adalah bangsawan Kerajaan Gowa yang belakangan menjadi Raja Bone ke-32. Beberapa catatan sejarah menyebut Andi Mappanyukki adalah Raja Bone yang terakhir. Memang ada raja berikutnya yang menjadi pengganti Andi Mappanyukki bernama Andi Pabbenteng, tapi orang ini ditolak sebagian orang Bone karena dilantik oleh Belanda.

Andi Pangerang Pettarani oleh banyak orang dikenal sebagai bangsawan yang santun, sederhana, dan tegas. Posisinya yang tertinggi dalam pemerintahan yakni menjadi Gubernur Sulawesi yang keenam menggantikan Lanto Dg Pasewang. Ia memerintah pada periode 1956-1959.

Mantan Rektor Universitas Hasanuddin sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Selatan Prof Achmad Amiruddin menyebut Andi Pangerang Pettarani sebagai idolanya karena kharisma kuat yang selalu terpancar dari laki-laki itu.

Pernah ada kisah yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya bahwa satu-satunya orang yang bisa menenangkan Burhamzah jika jengkel hanyalah Andi Pangerang Pettarani. Pada zamannya kala masih mahasiswa, Burhamzah sudah terkenal sebagai aktivis yang susah berubah pendiriannya. Jika ia merasa pendapatnya sudah benar, ia pasti bergeming.

Atas segala upayanya yang maksimal, Universitas Hasanuddin menyematkan namanya pada baruga di Kampus Tamalanrea. Andi Pangerang Petta Rani wafat 12 Agustus 1975.(apr)

Sumber : http://www.tribun-timur.com/ (22 Desember 2008)
Kredit foto : www.unhas.ac.id


Dibaca : 6.089 kali.

Tuliskan komentar Anda !