Close
 
Selasa, 21 April 2026   |   Arbia', 4 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.208
Kemarin : 24.407
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 desember 2008 09:14

Genta Melayu dan DMDI Finance House Didedah

Genta Melayu dan DMDI Finance House Didedah
Rida K Liamsi, Saat menyampaikan pemikiran tentang Gerakan Sejuta Melayu
(Genta Melayu) dalam Forum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI)
ke-9 di Melaka, Malaysia

Melaka- Konvensi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Melaka Malaysia, yang diselenggarakan 22-24 Desember 2008, diikuti lebih seribu peserta dari negara-negara Melayu serumpun seperti Malaysia, Indonesia (Riau, Kepri, Aceh, Sumut, Sumsel, Jambi, Sumbar dan Jogjakarta), Singapura, Thailand, Filipina, Brunei sampai Sri Langka, Madagaskar, Cina, Australia dan Afrika Selatan.

Selain agenda pokok konvensi, acara DMDI juga disemarakkan dengan berbagai seminar, forum diskusi dan perbincangan biro-biro DMDI yang berlangsung sejak 18 Desember hingga 21 Desember 2008. Masing-masing peserta dari negara serumpun itu dibagi menjadi sembilan biro yakni biro ekonomi, wanita, pelancongan, belia, pendidikan, sosial budaya, sains dan teknologi, dakwah serta teknologi informasi.

CEO Riau Pos Grup —yang juga Direktur Riau Investment Corporation (RIC)— Rida K Liamsi mendapat kesempatan memberikan presentasi tentang Gerakan Sejuta Melayu (Genta Melayu) pada sesi ekonomi dan sosial budaya. Sedangkan budayawan Tenas Effendi menyampaikan pokok-pokok pikiran untuk Memartabatkan Adat dalam Membentuk Jatidiri Melayu yang Islami.

Sementara itu, hingga pukul 24.00 WIB malam tadi, Gubri HM Rusli Zainal selaku Vice President DMDI —didampingi Menteri Besar Melaka Dato Ali Rustam (Vice President DMDI), terlihat serius memimpin Mesyuarat Majelis Tertinggi DMDI di kediaman Menteri Besar Melaka. Sidang itu membahas dan mengevaluasi agenda-agenda DMDI sebelumnya dan menghimpun usulan-usulan serta persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masing-masing kawasan.

“Ya, kita lebih terpusat membahas topik ekonomi bersama para gubernur negara-negara kawasan serumpun, yang memiliki komunitas Melayu yang dominan, termasuk yang dari Cina,” ujar Rusli Zainal, usai pertemuan itu.

Dijelaskan Rusli, bentuk konkret kebijakan DMDI itu adalah memfokuskan eksistensi DMDI Finance House, sebuah lembaga permodalan bentukan DMDI, dengan melakukan inventarisasi sumber daya di masing-masing kawasan dan bentuk-bentuk kerja sama yang akan dilakukan di masa depan.

Kepada Riau Pos, Presiden DMDI Dato Ali Rustam, usai pertemuan itu menegaskan bahwa titik fokus konvensi DMDI ke-9 ini adalah menjamin dan memastikan kelancaran dari eksistensi DMDI Finance House itu. “Kita ingin mengenal, benar-benar pasti terhadap sumber-sumber ekonomi potensial dari negara-negara DMDI, baik itu lahan, bahan galian, potensi flora dan fauna serta potensi kepariwisataan,” ujarnya.

Dijelaskannya, DMDI Finance House itu diperuntukkan bagi mendanai dan menggerakkan ekonomi yang berorientasi kerakyatan. “Tentu saja, dalam bentuk kerjasama-kerjasama regional,” ujarnya.

Untuk segera merealisasikan DMDI Finance House itu, Dato Ali Rustam mengaku Melaka sudah menyetorkan saham sebesar 10 juta Ringgit Malaysia, 5 ribu hektare sawit di Serawak, 100 hektare tanah Bandar Biotechnology di Alor Gajah Melaka dan 30 hektare tanah taman laut. “Kita harap negeri-negeri lain, juga segera masuk sebagai pelabor (penanam saham, red). Sebab, DMDI  Finance House ini bisa memberikan banyak peluang pekerjaan di masing-masing kawasan,” ujarnya, sambil menyebutkan bahwa Gubernur Kepri Ismath Abdullah bahkan sudah memberikan sinyal positif bagi peluang ekploitasi boksit di Kepri kepada DMDI Finance House itu.(ria)

Sumber : http://www.riaupos.com/ (23 Desember 2008)


Dibaca : 3.378 kali.

Tuliskan komentar Anda !