Close
 
Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.683
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

30 desember 2008 03:58

Andi Mappanyukki, Raja Bone yang Wafat di Jongaya

Andi Mappanyukki, Raja Bone yang Wafat di Jongaya

Makassar, Sulawesi Selatan - Andi Mappanyukki lahir tahun 1885. Ayahnya bernama Makkulau Daeng Serang Lembang Parang Sultan Husain Tu Lengkura ri Bundu`na yang merupakan Raja Gowa ke-34. Ibunya adalah I Cella Watenripadang Arung Alita.

Sejak berusia 20 tahu, ia mengangkat senjata untuk berperang mengusir penjajah Belanda. Ia berjuang membela Kerajaan Gowa di daerah Gunung Sari.

Pada tahun 1931, atas usulan Dewan Adat, ia diangkat menjadi Raja Bone ke-32 dengan gelar Sultan Ibrahim, sehingga beliau bernama lengkap Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim.

Ia dengan tegas menolak bekerja sama dengan Belanda. "Aku tidak buta dengan mentega, dan mulut saya tidak dapat ditutup dengan roti, dan tidak bisa saya menjadi licin dengan susu," kata Mappanyukki yang dikutip surat kabar Kebenaran di Makassar. Ucapan itu juga menyebabkan Kebenaran hanya sekali terbit, sebab langsung dibreidel pemerintah Belanda.

Karena menolak bersekutu dengan Belanda, ia diturunkan sebagai Raja Bone oleh kekuasaan Belanda. Ia kemudian diasingkan selama 3,5 tahun di rantepao, Tanah Toraja. Mappanyukki wafat tanggal 1967 di Jongaya, tempat ia dilahirkan. Makamnya diletakkan di pemakaman raja-raja Gowa atau Bone lazimnya, tetapi oleh pemerintah diletakkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dengan upacara kenegaraan.

Kepribadian dan integritasnya sebagai pejuang yang pantang menyerah kepada Belanda menjadi suri teladan bagi putra-putra beliau untuk turut berjuang. Hal ini diteladani Andi Pangerang Petta Rani dan Andi Abdullah Bau Massepe yang dikenal juga sebagai pejuang kemerdekaan yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Jalan Andi Mappanyukki berada di wilayah Kecamatan Mariso. Kedua ujung jalan ini bersentuhan dengan Jl Lasinrang dan Jl Stadion, Stadion Mattaoanging Andi Mattalatta. Pertengahan jalan itu dibelah oleh Jl Kasuari.

Sumber Berita: http://www.tribun-timur.com (28 Desember 2008)
Sumber Foto: http://www.panyingkul.com


Dibaca : 5.901 kali.

Tuliskan komentar Anda !