Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 juli 2007 04:21
Makassar Menuju `Living Room` KTI
Jakarta- Dengan pertumbuhan ekonomi 9% hingga 10% dan laju inflasi di bawah 6%, Pemerintah Kota Makassar bertekad merebut kejayaan masa lalunya.
Pada abad 16, kota yang kini Ibu Kota Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia.
"Dengan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari tingkat nasional yang hanya di bawah 6%, Makassar jelas memiliki keunggulan menjanjikan bagi investor," kata Walikota Makassar H. Ilham Arief Sirajuddin dalam acara media gathering bertajuk Reborn and Inspiring Makassar City, di Bondies Cafe, Jakarta Selatan, Senin (9/7).
Ilham yang didampingi wakilnya, A. Herry Iskandar, dan Ketua DPRD H. Adnan Mahmud mengungkapkan, untuk menunjang Makassar sebagai kota investasi, sejak tiga tahun terakhir kota ini terus berbenah. Sejak dilantik 8 Mei 2004, Ilham dan Herry menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Prinsip good governance yang antara lain mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dengan mengutamakan kenyamanan dan kepuasan publik, senantiasa dipegang. Seperti dijelaskan Kabag Humas M. Kasim Wahab, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerapkan layanan publik secara online.
Itu bisa dilihat dalam penarikan pajak hotel dan restoran, pembayaran PBB, serta pelayanan KTP yang terintegrasi pada 14 kecamatan di kota berpenduduk 1,3 juta jiwa itu.
"Proses perizinan cepat, mudah dan murah. Pokoknya silahkan berinvestasi di Makassar," kata Ilham.
Yang menarik, Ilham dan Herry memastikan tingkat pertumbuhan ekonomi itu berkorelasi langsung dalam pengentasan kemiskinan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Ilham menunjuk pendapatan per kapita yang mencapai US$1.729, jauh lebih tinggi dari angka nasional, US$1.600.
Herry menambahkan Pemkot mengembangkan layanan kesehatan dasar gratis bagi masyarakat kurang mampu pada 36 puskesmas dan RSUD.
Mereka juga menerapkan pendidikan gratis secara bertahap. Untuk tahun ajaran 2007/2008 ditetapkan pada 18 sekolah dan 89 sekolah untuk tahun berikutnya. Pada 2009 direncanakan semua sekolah dasar dan menengah telah menerapkan pendidikan gratis.
Masih menurut Herry, ada juga bantuan dana bergulir atau penguatan modal koperasi dan UKM sebesar Rp1 miliar, kelompok usaha bersama (Kube) yang sudah mencapai 45 kelompok. Lalu, usaha ekonomi produktif (UEP) kepada 225 kepala keluarga (KK). Setiap KK mendapat Rp1.750.000.
Untuk menjadi kota tujuan investasi, Makassar memantapkan posisinya tidak hanya sebagai `pintu gerbang kawasan timur Indonesia (KTI)`, tetapi menjadi living room.
Makassar sebagai `ruang keluarga` salah satu dari tiga prioritas utama Visi Pemkot Makassar 2010, untuk terwujudnya Makassar sebagai kota maritim, niaga, pendidikan bermartabat dan manusiawi. Dua prioritas utama lainnya adalah pengembangan kawasan dan Makassar Great Expectation (kota penuh harapan).
Sebagai living room Indonesia Timur, dilakukan dengan merevitalisasi Pantai Losari bertema Save Our Losari sebagai ruang publik. Lalu, mengkampanyekan Makassar kepada setap orang untuk beraktivitas dan berinvestasi. Ini disertai pembangunan sarana dan prasarana pendukung investasi lainnya.
Sumber : www.media-indonesia.com Kredit foto : www.forumms.com