Close
 
Rabu, 26 Juli 2017   |   Khamis, 2 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 9.701
Hari ini : 73.310
Kemarin : 95.049
Minggu kemarin : 728.948
Bulan kemarin : 6.361.067
Anda pengunjung ke 102.904.055
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 januari 2009 05:09

Perayaan Milad MelayuOnline.com II:
Anugerah MelayuOnline 2009 Bagi Penjaga Museum Melayu

Perayaan Milad MelayuOnline.com II:<br>Anugerah MelayuOnline 2009 Bagi Penjaga Museum Melayu
H. Sulaiman saat menerima Anugerah MelayuOnline 2009 dari Mahyudin Al Mudra

Yogyakarta, MelayuOnline.com - H. Sulaiman (65), seniman musik Melayu yang juga penjaga museum, tampil percaya diri mengomandoi timnya membawakan musik gambus. Diiringi permainan musik marwas oleh rekan-rekannya, Sulaiman memetik gambus dengan khidmat. Irama musik khas Melayu yang mendayu-dayu, menghadirkan suasana melankolis yang membuai penonton. Seniman yang juga memiliki keahlian di bidang musik Melayu ghazal itu sehari-harinya menjadi takmir di salah satu masjid di Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Di sela-sela kegiatannya sebagai takmir masjid itulah Pak Long Leman, demikian Sulaiman kerap disapa, memperdalam kemampuannya bermain musik Melayu ghazal, yang berasal dari semenanjung Arab dan dipengaruhi oleh budaya India itu. Hingga kini, musik Melayu ghazal masih hidup di masyarakat Melayu Kepulauan Riau dan merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat setempat. Kelestarian dan perkembangannya di Kepulauan Riau, kata Pak Long Leman, terbilang berhasil di saat musik kesenian daerah lain mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat pendukungnya.

Rambut Pak Long Leman yang mulai memutih serta garis-garis tegas yang melipat di wajahnya mengisyaratkan perjalanan berkeseniannya yang begitu lama. Selama 60 tahun lebih usianya, ia abdikan untuk bermain musik tradisional Melayu dari satu kampung ke kampung lain.

Namun, hal yang mungkin tak disangka orang lain adalah, seniman yang berpenampilan sederhana itu ternyata juga memiliki pandangan jauh ke depan mengenai pelestarian dan pengembangan budaya Melayu. Ini ia buktikan melalui pembangunan Museum Linggam Cahaya di Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, di mana tanah dan sebagian benda-benda peninggalan kebudayaan Melayu miliknya ia wakafkan untuk museum. Tak hanya itu, Pak Long Leman juga “mewakafkan” hidupnya sebagai penjaga museum yang digagasnya itu—satu bentuk kepedulian atas pelestarian budaya yang makin sukar ditemukan akhir-akhir ini. Ya, bagai oase di tengah gurun pasir.

Tentang Museum Linggam Cahaya itu, Pak Long Leman menuturkan, rasanya belum lengkap kalau pecinta kebudayaan dan penggemar museum tidak mengunjunginya. Pasalnya, “Di museum mini itu terdapat sejumlah benda-benda dan naskah-naskah kuno bersejarah, termasuk kerangka mamalia laut `Gajah Mina` yang terbilang langka,” ujarnya berpromosi.

Di tengah upaya MelayuOnline.com untuk menduniakan khazanah budaya Melayu, tak berlebihan jika Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menyematkan Anugerah Melayuonline 2009 kepada H. Sulaiman dalam kategori Penggagas Pendirian dan Pewakaf Tanah Museum Linggam Cahaya. Penghargaan itu diberikan oleh Mahyudin Al Mudra, SH., MM. (Pendiri dan Pemangku BKPBM) saat perayaan milad (hari jadi) Melayuonline.com II dan pentas seni budaya Melayu serumpun, Selasa malam (20/1), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Tentu tidak hanya Pak Long Leman yang memancarkan senyum karena mendapat penghargaan. Tak kurang dari 12 penerima anugerah lainnya, di antaranya media, tokoh, dan sastrawan Melayu baik dari Indonesia maupun Malaysia mendapat penghargaan serupa. Bagaimanapun, kata Mahyudin Al Mudra, jasa para penerima penghargaan terhadap kegemilangan tamadun Melayu tak terukur nilainya. “Tanpa semangat para pelestari budaya Melayu itu, bisa saja kekayaan bangsa berupa nilai-nilai kemelayuan yang tersebar di Nusantara akan hilang begitu saja,” ujarnya menegaskan.

(Tasyriq Hifzhillah/brt/22/01-09).

Kredit Foto: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM)

 


Dibaca : 7.240 kali.

Tuliskan komentar Anda !