Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
13 februari 2009 01:15
Wawali Jamu Kerukunan Dayak Kutai Banjar
H Syaharie Jaang SH Msi dalam acara Upacara Pelas Tahunan, Dayak Kenyah, di Desa Budaya Pampang beberapa waktu lalu
Samarinda, Kalimatan Timur - Kesekian kalinya Wakil Walikota Samarinda H Syaharie Jaang SH MSi kembali menerima audiensi dari organisasi kemasyarakatan yang membawa nama adat dan suku. Audiensi yang digelar di ruang rapat Wawali, Kamis (12/2) kemarin meminta kesediaan Wawali sebagai pribadi bisa menjadi pembina dalam organisasi tersebut.
"Saya pribadi bersedia membina, asal para anggotanya bersedia saya bina," ujar Wawali di tengah sambutannya seraya menyetujui harapan para anggota Kerukunan Dayak Kutai Banjar Kaltim untuk menggelar deklarasi dalam waktu dekat.
Syahari mengharapkan agar organisasi ini benar-benar dapat mendukung harapannya yang mewakili seluruh warga juga pemerintahan yaitu menciptakan kota yang aman dan kondusif.
"Jangan sampai organisasi dibuat justru akan becakut antar etam jua (berkelahi antar kita sendiri). Sementara ada yang tepuk tangan di belakang kita," ujar Syaharie menjawab dengan logat Kutai.
Walau sebelumnya ada pula Kerukunan "Bakuda" Banjar Kutai Dayak, ditegaskan Wawali sama saja, asalkan kita semua walau berbagai macam suku bisa bersatu bersama-sama mengisi pembangunan di Samarinda.
Dikatakannya, jika pernah mendengar perkelahian antara orang Dayak dengan Bugis atau Madura, itulah contoh tantangan yang harus dijaga.
"Jangan sampai pernah terjadi di tanah kita ini. Isu yang datang dari orang yang tidak bertanggung jawab, tidak perlu ditanggapi hingga kita yang memang berasal dari suku yang kita miliki tidak menjadikannya sebagai ajang pemicu diantara kita sendiri. Itulah gaya saya membina banyak wejangan, banyak permintaan dan harapan walaupun hanya satu tujuan, Aman," kata Wawali yang juga keturunan dayak ini
"Jika meminta saya sebagai Pembina, saya juga anak Dayak tapi marilah kita menempatkan diri dan organisasi kita sebagai perekat antar suku dan organisasi manapun," ungkapnya lagi.
Ketua Kerukunan Dayak Kutai Banjar Kaltim Drs Ashuri menyampaikan harapannya agar organisasi ini bisa eksis di berbagai kegiatan, baik sosial, keamanan, ketertiban maupun kesejahteraan seperti harapan Wawali.
"Agar organisasi bisa dirasakan manfaatnya bagi anggotanya. Jika terjadi salah paham, maka harus ikut aktif sebagai pendamai atau menjadi solusi dalam segala situasi," pungkasnya. (hms4)