Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
16 juli 2007 09:14
Ulang Tahun Sultan Brunei
Bandar Seri Begawan– Sultan Hasanal Bolkiah memberi kado istimewa kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) Brunei Darussalam pada hari ulang tahunnya yang ke-61.
Penguasa negeri kaya minyak ini memberi bonus kepada para pegawainya untuk menghadapi tahun ajaran baru.“Saya harap pembayaran bonus lebih dini ini dapat membantu ibu-ibu dan ayah-ayah mempersiapkan dengan matang tahun ajaran baru bagi anak-anaknya,” kata Sultan Bolkiah.Bonus diberikan kepada seluruh PNS, terutama mereka yang kurang mampu.
PNS Brunei menerima kado ulang tahun Sultan untuk kedua kalinya tahun ini. Sebelumnya, mereka telah menerima bonus pada akhir Januari lalu, sedangkan kado kedua mereka akan diterima Desember mendatang. Pengumuman yang dibacakan pada pidato Sultan kemarin disambut gembira para PNS.
Pada ulang tahun yang ke-60 lalu, Sultan mengumumkan kenaikan gaji PNS untuk pertama kali setelah beberapa tahun. Berkat kekayaan melimpah dari produksi minyak dan gas alam, Brunei yang berpopulasi tidak lebih dari 400.000 orang, menjadi salah satu negara berpendapatan per kapita tertinggi di Asia. Di negara tersebut, pekerjaan sebagai PNS merupakan idaman.
Namun di kesempatan yang sama, Sultan mendorong agar masyarakat mau mengembangkan bisnis skala kecil menengah. Hal ini untuk menjamin kelangsungan ekonomi Brunei sebagai antisipasi semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dan gas alam. Sultan Bolkiah berpesan agar badan-badan pemerintah bersedia menghapus kesulitan-kesulitan yang menghalangi tumbuhkembang bisnis skala kecil-menengah.
”Badan-badan pemerintah harus bersiap-siap,” kata Sultan yang mengenakan seragam militer lengkap dengan pedangnya. Brunei adalah penghasil minyak ketiga terbesar di Asia Tenggara setelah Indonesia dan Malaysia, serta penghasil gas alam terbesar keempat dunia.
Menurut Buku Tahunan Brunei 2007, cadangan minyak dan gas mereka akan bertahan hingga dua dekade ke depan. “Kita harus peduli bahwa cadangan dua sumber alam kita tidak permanen,” pesan Bolkiah di hadapan 1.500 tamu undangan.