Kamis, 11 Juni 2026   |   Jum'ah, 25 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 766
Hari ini : 12.637
Kemarin : 58.870
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 februari 2009 14:10

Presiden Terima Eminent Person Group Indonesia

Presiden Terima Eminent Person Group Indonesia

Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Eminent Person Group (EPG) Indonesia di Kantor Presiden, Senin (2/2) sore. Mereka terdiri dari Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno (Ketua), Quraish Shihab, Musni Umar, dan Des Alwi Abubakar. Sementara Presiden SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Seskab Sudi Silalahi, Mensesneg Hatta Rajasa da Jubir Presiden Bidang Luar Negeri,Dino Patti Djalal.

Tujuan dari pembentukan EPG Indonesia dan Malaysia ini, kata Dino Patti Djalal, adalah untuk mengkaji hubungan kedua negara secara keseluruhan, dan mempelajari masalah-masalah yang belakangan ini timbul antara Indonesia dan Malaysia. EPG nantinya juga akan memberikan rekomendasi yang akan disampaikan kepada kedua pemimpin pemerintahan untuk dapat ditindaklanjuti.

“Tadi Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno selaku Ketua EPG Indonesia beserta tim sudah melaporkan hasil-hasil pembahasan yang mereka lakukan dengan sangat intensif antara anggota dari Indonesia maupun dari Malaysia. Rekomendasi tertulis dari hasil kerja mereka yang akan disusun secara bersama akan disampaikan kelak kepada kedua pemimpin dalam waktu dekat. Kita sedang merancang pertemuan bilateral antara Presiden SBY dengan PM Malaysia sekitar pertengahan bulan Maret,” jelas Dino Patti Djalal kepada wartawan, usai mendampingi Presiden SBY.

Dalam pertemuan itu disampaikan juga beberapa tahapan awal dari beberapa rekomendasi-rekomendasi yang nanti akan menjadi bagian rekomendasi tertulis. “Mereka membahas berbagai aspek seperti budaya, sejarah, kerjasama ekonomi, bidang pendidikan, dan aspek kelembagaan. Bagaimana nanti dapat dilakukan sejumlah kegiatan antar pemuda dan kelembagaan-kelembagaan tertentu yang dapat mempererat hubungan bukan hanya antara kedua pemerintah, tetapi juga dari keduabelah masyarakat,” Dino menerangkan.

”Salah satu dari rekomendasi tersebut adalah diadakannya diskusi sejarah antara Indonesia dan Malaysia . Sejarah inilah yang perlahan mulai dilupakan generasi muda. Direncanakan akan ada suatu diskusi kesejarahan,” ujar Dino. “Masalah TKI juga dibahas. Memang disadari bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia ini unik karena konsentrasi TKI yang terbesar adalah di Malaysia. Masalah TKI ini adalah kepentingan keduabelah pihak. Dalam rekomendasi ini tentu akan dicerminkan agar keduabelah pihak memiliki mekanisme penanganan TKI yang lebih efektif,” tambahnya.

Presiden SBY mengungkapkan apresiasi dan rasa puas terhadap kinerja yang sangat aktif tim EPG dari kedua belah pihak. ”Presiden SBY menekankan bahwa pembentukan EPG ini ditujukan untuk menjaga hubungan baik yang harmonis antara Indonesia dan Malaysia. Endingnya adalah tercapainya hubungan yang semakin erat dan bagaimana masalah-masalah yang ada dapat ditangani dengan baik,” kata Dino. (osa)

Sumber : www.presidensby.info (2 Februari 2009)


Dibaca : 2.520 kali.

Tuliskan komentar Anda !