Selasa, 26 Mei 2026   |   Arbia', 9 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 207
Hari ini : 8.947
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 april 2009 01:15

Cakalele Masuk MURI

Cakalele Masuk MURI

Halmahera Utara - Pemerintah dan warga Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kemarin memperingati delapan tahun kesepakatan rekonsiliasi perdamaian pasca konflik horisontal. Acara yang disatukan dengan ulang tahun ke-2 rumah adat Hibualamo itu berjalan meriah. Halaman rumah adat Hibualamo dipenuhi warga dari perwakilan 22 kecamatan se-Halut. Partisipasi para siswa SD dan SMP ikut memeriahkan acara tersebut. Acara itu menjadi makin istimewa karena  sukses memecahkan beberapa rekor MURI.

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat penampilan tarian cakalele para siswa itu sebagai sebuah rekor karena melibatkan peserta terbanyak. Penghargaan MURI itu juga diberikan kepada Bupati Hein Namotemo, Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disparbus) serta pengelola adat Hibualamo sebagai penyelenggaran acara tarian cakalele terbaik.

Bupati Halut Hein Namotemo, Wakil Bupati Arifin Neka, Sekda Frans Manery serta sejumlah pejabat teras Pemkab Halut juga turun lapangan untuk memperagakan tarian cakalele. Wakil Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba yang hadir dalam prosesi itu pun sempat berkolaborasi dengan Bupati Hein Namotemo unjuk kemampuan memainkan tarian cakalele.

Dalam sambutannya, Wagub Abdul Gani Kasuba berharap kegiatan itu digelar setiap tahun agar memberi makna tentang perdamaian. ”Semoga ke depan kita lebih hidup damai sesama warga Halmahera Utara,” harap wagub yang saat memberi sambutan sempat menggunakan bahasa Tobelo-Galela.

Bupati Hein Namotemo, juga memandang peringatan peristiwa rekonsiliasi dan rumah adat itu sangat penting agar pesan perdamaian tetap lestari di bumi yang dikenal dengan Hibualamo tersebut. ”Di rumah adat Hibualamo inilah kita membuat   perdamaian besar di daerah. Maka dengan kegiatan ini peristiwa rekonsiliasi terus dikenang sehingga orang bisa hidup lebih aman dan damai lagi,” kata Hein yang kemarin tampil menggunakan baju kebesaran adat Hibualamo.(ufi)

Sumber: http://malutpost.com
Kredit Foto: http://www.halmaherautara.com


Dibaca : 3.345 kali.

Tuliskan komentar Anda !