Close
 
Selasa, 23 Januari 2018   |   Arbia', 6 Jum. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.731
Hari ini : 25.398
Kemarin : 42.858
Minggu kemarin : 319.746
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 104.241.153
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 april 2009 03:15

Kerjasama IAIN Aceh dan Universitas Kebangsaan Malaysia

Kerjasama IAIN Aceh dan Universitas Kebangsaan Malaysia

Banda Aceh, NAD - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Institut Tamaddun Alam Melayu Universitas Kebangsaan Malaysia (Itam UKM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) bidang pendidikan program pascasarjana. Pembantu Rektor Bidang Kerjasama IAIN Ar-Raniry Prof. Dr HM Hasbi Amiruddin di Banda Aceh, tadi malam, mengatakan, kerjasama kedua perguruan tinggi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para mahasiswa dalam bidang pengetahuan epistimologi Islam Melayu.

Selama ini, katanya, program pascasarjana IAINB Ar-Raniry lebih terfokus pada pendidikan, dakwah, fiqih, sejarah dan politik. Kesepakatan kerjasama ini nantinya para mahasiswa dapat mengadakan penelitian dan menulis epistimologi Islam Melayu di masa mendatang. "Untuk sementara, program ini diselesaikan di Institute Of Malay World and Civilization ITMB UKM," kata Prof M Hasbi didampingi Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud dan Dr Khalid Muammar A. Harris usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) di ruang rektor IAINB Ar-Raniry Banda Aceh.

Melalui kerjasama ini akan memberi kemudahan kepada mahasiswa, terutama terkait penyediaan pembimbing dari IAIN Ar-Raniry dan tidak harus masuk kelas. Para mahasiswa dibolehkan mengadakan penelitian dan bimbingan di Aceh, sementara seminarnya bisa dipilih di Aceh atau di Malaysia. "Saya kira, ini merupakan kerjasama yang saling memberi keuntungan bagi kedua perguruan tinggi dan mahasiswa itu sendiri," ujar Hasbi Amiruddin dan menambahkan bahwa kesempatan yang berbuka ini juga membawa dampak positif bagi mempererat hubungan kedua  bangsa serumpun.

Kuasa Direktur Itam UKM Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud mengatakan, program ini penting dilakukan umat Islam di wilayah itu agar semua peradaban Islam Melayu terangkat ke permukaan melalui kajian Ilmiah. Aceh termasuk salah satu daerah yang sarat peradaban Islam. Ini salah satu tujuan dari kerjasama itu. Kalau peradaban Islam Melayu diteliti oleh muslim Melayu dan dengan pola pikir Melayu akan lebih orisinal hasilnya. Jika Islam Melayu diangkat dengan metodologi berpikir Barat dikuatirkan tidak cukup profesional hasilnya.

Hasbi mengatakan, program ini membuka kesempatan bagi akademisi di bidang sejarah, budaya, filsafat, seni dan pers untuk mengkaji berbagai peninggalan sejarah dan budaya di tanah Melayu, termasuk di provinsi ujung paling barat di Indonesia tersebut. "Kini sekitar 200 mahasiswa asal Malaysia sedang menuntut ilmu pengetahuan di berbagai fakultas di IAIN Ar-Raniry dan sebaliknya tidak sedikit dosen atau mahasiswa kita mengikuti pendidikan di Malaysia. Jadi, kerjasama ini menjadi perekat kedua perguruan tinggi," tambahnya. (amr/ann)

Sumber: http://www.waspada.co.id
Kredit Foto: http://www.ar-raniry.ac.id


Dibaca : 3.713 kali.

Tuliskan komentar Anda !