Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
09 april 2007 08:47
Upaya Membangun Istana Pagaruyung
Perlu Rp90 Miliar, Baru Terhimpun Rp 24 Miliar
Pasca terbakarnya Istana Basa Pagaruyung di Tanahdatar, Sumatera Barat (Sumbar) berbagai upaya untuk membangun kembali salah satu ikon sejarah itu terus dilakukan. Bagaimana perkembangannya? Laporan RPG, Sumbar
DALAM suatu kesempatan, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menyebutkan, untuk bisa melakukan rekonstruksi dan recovery daerah itu akibat guncangan gempat beberapa waktu lalu, Sumbar memerlukan biaya sebesar Rp1,6 triliun. Sementara yang terkumpul baru Rp700 miliar.
Begitupun dengan biaya pembangunan kembali Istana Basa Pagaruyung, memerlukan dana sebesar Rp90 miliar. Sementara yang terhimpun sebesar Rp24 miliar untuk pembangunan sekaligus perluasan.
“Saat ini, jumlah dana yang terkumpul baru mencapai Rp700 miliar. Sisanya diupayakan ke pusat. Diharapkan, ada tambahan dana yang diperoleh dengan jalan perubahan dana alokasi khusus (DAK) tahun ini dan juga pergeseran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk Sumbar,” kata Gubernur, saat menerima bantuan Rp1 miliar dari PT Semen Gresik Group untuk pembangunan Istana Basa Pagaruyung di Gubernuran, Ahad (1/4) malam lalu.
“Untuk pembangunan istana itu menjadi menjadi 13 hektare, menelan dana sebesar Rp90 miliar. Sedangkan yang terkumpul untuk pembangunan kembali kawasan itu dan sekaligus perluasannya baru Rp24 miliar,” lanjutnya.
PT Semen Gresik Grup yang menaungi PT Semen Padang, PT Semen Tonasa dan PT Semen Gresik, menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk pembangunan Istana Basa Pagaruyung secara simbolis melalui Komisaris Utama Rizal Ramli.
Hadir saat itu Dirut PT Semen Gresik Dwi Soetjipto, Dirut PT Semen Padang Endang Irzal, Dirut Semen Tonasa, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadiqoe, para kepala dinas provinsi dan tak lupa istri dari para pejabat.
Rizal Ramli menyebutkan, bantuan tersebut untuk pembangunan Istana Pagaruyuang. “Akibat terbakarnya Istano Pagaruyuang itu, Sumbar tidak hanya menderita kerugian materil yang besar, tapi juga hilangnya simbol kebanggaan Minangkabau yang sudah berumur ratusan tahun. Untuk mengembalikan kembali kejayaan Minangkabau, pihaknya siap membantu. Jika di segi bahan semen kurang, maka bisa kami bantu dengan memberikan bahan yang ada di PT SP,” ucap mantan Menko Ekonomi era Megawati ini, sembari meminta kepada Gubernur segera membangun kembali Istano.