Close
 
Jumat, 3 Juli 2026   |   Sabtu, 17 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.948
Hari ini : 29.295
Kemarin : 26.238
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

30 april 2009 02:50

Melestarikan Permainan Tradisional dengan Festival

Melestarikan Permainan Tradisional dengan Festival

Nganjuk, Jawa Timur - Maraknya permainan berteknologi membuat permainan tradisional kian terpinggirkan. Untuk melestarikan permainan rakyat itu, komunitas seniman di Nganjuk, Jawa Timur, menggelar festival permainan rakyat yang mulai ditinggalkan. Anak-anak digugah kesadarannya untuk mengenali kearifan lokal.

Festival Permainan Rakyat Tradisional Nganjuk yang digelar di Taman Wisata Anjuk Ladang ini disambut antusias warga Nganjuk. Beragam permainan rakyat yang diperagakan anak-anak seolah membuka memori kalangan orangtua untuk bernostalgia masa kecil.

Secara berkelompok, anak-anak ini memainkan permainan tradisional yang kini jarang dijumpai lagi. Seperti permainan gobak sodor, cublek suweng, antil-antil rembulan, gobak gepeng dan gobak cilik. Iringan musik tradisional yang dimainkan oleh anak-anak, membuat suasana panggung kian marak. Mereka bermain dengan ceria diiringi canda dan tawa. Selain gerakan yang rancak, anak-anak juga terlibat percakapan dalam bahasa Jawa. Mereka bermain sesuai peran dalam kelompoknya.

Meski ditonton ratusan warga, 14 kelompok anak-anak peserta festival tak terlihat canggung bermain di atas panggung. Ternyata sebagian besar anak-anak peserta festival yang digelar oleh komunitas seniman di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nganjuk ini, masih asing dengan permainan rakyat. Mereka baru mempelajari sebagai persiapan menghadapi lomba, namun anak-anak ini mengaku amat menyukai permainan tradisional ini.

Berdasarkan penelitian, sedikitnya terdapat 50 lebih jenis permainan anak-anak tradisional khas Nganjuk. Namun hanya sebagian kecil yang masih dimainkan anak-anak di era modern saat ini. Untuk itu festival permainan rakyat ini akan digelar secara rutin, untuk menggugat kesadaran anak-anak untuk menggemari permainan tradisional khas Nganjuk. (doa)

Sumber: http://www.elshinta.com
Kredit Foto: http://www.unpad.ac.id


Dibaca : 4.598 kali.

Tuliskan komentar Anda !