Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 263
Hari ini : 11.490
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 mei 2009 04:15

24 Jam Menari di Hari Tari Internasional

24 Jam Menari di Hari Tari Internasional

Solo, Jawa Tengah - Dalam rangka peringatan World Dance Day atau Hari Tari Internasional (HTI), Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mengadakan even akbar 24 Jam Menari, Rabu (29/4), pukul 06.00 WIB-06.00 WIB, di kompleks Kampus ISI Solo. Pada Selasa (28/4), sejumlah penari yang terlibat pertunjukan tersebut mempersiapkan diri.

Salah satu seniman asal Singapura yang bergerak di dunia tari sejak 23 tahun silam, Fathurrahman bin Said, menyatakan sangat antusias ketika mendapat tawaran dari ISI Solo untuk mempersembahkan karyanya di perhelatan yang melibatkan sekitar 1.000-an penari tersebut. Kedekatannya dengan seniman kawakan asal Solo, S Pamardi menjadi kunci ketersediaannya tampil di ajang bergengsi itu. ”Saya akan tampil bersama Dhorotea Quin dengan sajian berjudul Kembar Siam. Proses untuk menemukan karya itu cukup singkat, namun bukan berarti tidak maksimal,” jelas Rahman, Selasa (28/4), di Teater Kecil ISI Solo.

Rahman tak segan memberikan sedikit bocoran mengenai karya yang akan dipentaskan. Menurutnya, inti dari gerakan yang bakal dipertontonkan merupakan refleksi dari rasa sakit hati yang berkecamuk dari bocah yang mengalami kembar siam. Karena mereka tidak ”diterima” oleh kedua orang tuanya lantaran lahir dalam keadaan tidak normal.

Tak Batasi Usia

Sementara itu, seniman yang sangat tersohor di ranah seni kontemporer, Suprapto Suryodarmo atau akrab disapa Mbah Prapto juga akan ambil bagian dalam 24 Jam Menari. ”Saya akan menampilkan Sedulur Papat Lima Pancer, dan mereka juga akan menampilkan ide kreatif masing-masing yang semuanya terangkum dalam Kala Yoni,” jelas Mbah Prapto.

Kesempatan 24 Jam Menari bukan hanya milik seniman senior saja. Para penari dan musisi muda asal Banyumas yang tergabung dalam Komunitas Pring Srentet juga akan ambil bagian dengan menyuguhkan Sekar Gadung. Selain tak membatasi usia, 24 Jam Menari juga akan menghadirkan pertunjukan tari di luar seni tari tradisi. Menurut ketua pelaksana perhelatan tersebut, Eko ”Pebo” Supendi, tampilan tari modern juga akan dipresentasikan, antara lain dari Aming Group Solo dengan Sexy Dance.

Pada 1982, UNESCO mencanangkan setiap 29 April menjadi World Dance Day atau Hari Tari Internasional (HTI). Tanggal tersebut bertepatan dengan kelahiran tokoh tari balet modern, Jean Georges Noverre yang lahir pada 1727. (Hanifah Kusumastuti)

Sumber: http://www.solopos.net
Kredit Foto: http://humas.kutaikartanegarakab.go.id


Dibaca : 5.384 kali.

Tuliskan komentar Anda !