Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.375
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 mei 2009 02:15

Baju Pengantin Bangka Belum Punya Standar Jelas

Baju Pengantin Bangka Belum Punya Standar Jelas

Pangkalpinang, Babel - Baju pengantin khas Bangka khususnya Pangkalpinang sampai saat ini belum memiliki standar yang jelas. Para pengusaha tata rias pengantin memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan kreasinya. “Inilah yang kami lakukan dengan mensosialisasikan pakaian adat mirah atau merah Bangka. Mulai hari ini, kita mantapkan baju pengantin khas Pangkalpinang. Nantinya baju pengantin mirah itu semuanya sama,” kata Enita selaku Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin (Harpi) DPC Pangkalpinang, Selasa (5/5) di Panti Wangka.

Bahkan mereka akan mengajukan paksian (sebutan baju mirah) Pangkalpinang untuk dibakukan dalam suatu peraturan pemerintah daerah, sehingga keberadaan baju mirah Pangkalpinang diakui baik di Babel maupun daerah lain di Indonesia. “Acara ini sekaligus memperingati hari Kartini. Kita berkumpul dan saling bertukar pikiran,” ujarnya.

Salah seorang tata busana dan perias di Pangkalpinang, Andra menambahkan, baju pengantin mirah memiliki daya tarik tersendiri. Sejak puluhan tahun lalu, paksian selalu digunakan pasangan pengantin di Pangkalpinang. “Kami tidak ingin meninggalkan yang lama, tetapi ada penyesuaian. Tidak mungkin kan, baju pengantin paksian tahun 50-an dipakai sekarang? Tetapi kita kreasikan agar sesuai dengan masa kini tanpa menghilangkan cirinya,” jelas Andra.

Andra menginginkan perhatian pemerintah daerah agar baju mirah tetap populer. Bahkan, ada wacana mereka akan mendesak pemerintah daerah membuat peraturan untuk menaungi baju mirah khas Pangkalpinang. Dia mencontohkan, saat ini, pemasangan tangkai bunga di atas kepala pengantin, banyak perias yang sembarang memasang sesuai keinginan. Padahal menurut sejarahnya, ada 25 tangkai yang menyiratkan tentang 25 nabi utusan Allah SWT. “Itu satu contoh saja. Nah, hari ini kita silaturahmi sekaligus sosialisai baju pengantin,” tandasnya.

Acara tersebut dihadiri sedikitnya 100 perias pengantin, termasuk para perias zaman 60-an. Hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbubparpora) Pangkalpinang Akhmad Elvian. Nurhayati Pangkapi alias Nek Nur, tata rias pengantin di Pangkalpinang era 60-an mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, perkembangan tata rias pengantin di Pangkalpinang sangat pesat. “Bagus sekali, kita generasi tua berharap tata rias pengantin Pangkalpinang tetap memberikan yang terbaik,” harapnya. (day)

Sumber: http://cetak.bangkapos.com
Kredit Foto: http://melayuonline.com


Dibaca : 5.911 kali.

Tuliskan komentar Anda !