Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
15 mei 2009 05:15
Ritual Adat Bulang-Bulang untuk Pemimpin Dairi
Dairi, Sumatra Utara - Sejumlah etnik di Kabupaten Dairi memberikan bulang-bulang dan seperangkat pakaian adat kepada Bupati dan Wakil Bupati Dairi periode 2009-2014. Pemberian itu dilaksanakan di halaman Gedung Djauli Manik, Kamis (14/5). Acara itu ditandai dengan ritual yang dilakukan oleh etnik Pakpak kepada pemimpin Kabupaten Dairi.
Ketua Panitia Raja Ardin Ujung dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu penghargaan kepada pemimpin di kabupaten. Sebelum Pilkada Dairi usai, sejumlah masyarakat membuat perbedaan pendapat berdemokrasi. Hal ini bukan menjadi perpecahan persatuan dan kesatuan. "Bupati dan Wakil Bupati Dairi yang telah terpilih adalah bupati yang besar, tinggal dan bekerja di Dairi," tandasnya.
Disebutkan, pasangan Pelangi merupakan pasangan ideal yang sudah menjadi tuntutan zaman, di mana pelangi itu adalah indah yang menggambarkan pelangi suku, agama dan latar belakang, tetapi memiliki rasa persatuan dan kesatuan untuk membangun Dairi. "Menerima bulang-bulang merupakan suatu penghargaan dan tidak semua pemimpin itu mendapat bulang-bulang dari sejumlah etnis," katanya.
Acara pemberian bulang-bulang turut dihadiri Wakil Bupati Samosir Ober SP Sagala, Wakil Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu, Wakil Walikota Subulussalam, Bupati Singkil, Ketua DPRD Dairi, Kapolres, Dandim 0206 Dairi, Sekda, Kajari Sidikalang, Ketua PN Sidikalang, para kepala dinas, camat, lurah, kepala desa, tokoh adat dan tokoh agama.
Ketua DPRD Dairi Leonard Samosir dalam sambutannya mengatakan, pemberian bulang-bulang merupakan wujud sebagai kesatuan dan persatuan masyarakat Dairi dari berbagai etnis. Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang Adinagoro didampingi Wakil Bupati Irwansyah Pasi SH dalam sambutannya mengatakan, pemberian ulos diartikan sebagai penghangat di kala waktu dingin dan pemberian tongkat sebagai alat di waktu berjalan. "Kami yakin bahwa dalam rasa persatuan dan kesatuan pembangunan dapat di Dairi dapatterwujud. Kami bukan raja untuk dilayani, tapi sebagai pelayan kepada masyarakat," sebutnya.
Dalam acara pembulang-bulangan tersebut, etnik Toba, Karo, Simalungun, Jawa, Mandailing, Nias, Aceh Sepakat dan Tionghoa turut memberikan cenderamata berupa ulos kepada Bupati dan Wakil Bupati Dairi. (Alikston Silalahi)