Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.769
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

18 mei 2009 02:15

Lagu Nasional Mulai Dilupakan

Lagu Nasional Mulai Dilupakan

Blangpidie, NAD - Keprihatinan para pekerja dan kelompok seni di Aceh Barat Daya (Abdya) terhadap posisi lagu-lagu nasional yang semakin hari semakin ditinggalkan, membuat para pekerja seni yang terkumpul dalam kelompok Seni Budaya di daerah tersebut berencana akan melakukan festival kreatifitas seni budaya dan lagu nasional. Namun kendala dana menjadi halangan yang saat ini diakui sebagai permasalahan pokok yang menyebabkan even tersebut belum bisa digelar.

Pembina kelompok seni di Abdya, Jasman,S.Pd, belum lama ini mengungkapkan, degradasi lagu-lagu nasional sudah mencapai titik yang sangat memprihatinkan, lagu-lagu nasional nyaris sudah ditinggalkan dan terkesan sudah terlupakan begitu saja.

Jasman yang juga Camat Manggeng tersebut didukung beberapa pihak lain seperti muspika terdiri dari Danramil Manggeng Lettu Inf Iriaman menggagaskan ide untuk menggelar iven dan pentas seni dan lagu-lagu nasional.

“Anak-anak sekolah saja saat ini seperti sudah tidak lagi tertarik dan bahkan mulai melupakan lagu-lagu nasional, padahal lagu tersebut memiliki spirit yang herois yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme, ini yang membuat saya dan pak Danramil untuk mencoba menggelar even seni lagu-lagu nasional tersebut,” ungkap Jasman.

Jasman juga menuturkan bahwa kendala dana menjadi faktor utama yang menyebabkan rencana besar tersebut belum bisa terealisasi hingga saat ini, selain akibat ketiadaan alokasi dana dari pemerintah setempat, minimnya kepedulian beberapa pihak terhadap lagu-lagu nasional juga dinilainya menjadi andil terhadap merosotnya popularitas lagu tersebut khususnya di kalangan pelajar.

Padahal kondisi nasionalisme di daerah semakin hari nyaris merosot dan terus terkikis, dia menghimbau semua pihak yang masih peduli dengan kondisi tersebut untuk sama-sama mendukung baik dengan sumbangan materi maupun non-materi sehingga even yang dianggap memiliki dampak positif tersebut dapat terlaksana.

“Jangan salahkan anak-anak kita kelak jika mereka tidak lagi menyukai atau mungkin sudah tidak lagi tahu dengan lagu-lagu seperti Padamu negeri, Maju tak gentar, dan lain-lain, tapi ini adalah kesalahan kita semua karena telah menutup mata terhadap persoalan yang terlalu kita anggap sepele,” ujar Jasman.

Rencana pelaksanaan even kreatifitas seni tersebut menurut Jasman bertepatan dengan Momen Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) tingkat Kabupaten yang dipusatkan di Kecamatan Manggeng mulai 16 hingga 20 Mei mendatang, pentas MTQ yang sudah berdiri bagus dengan dekorasi yang megah dianggap masih bisa didayagunakan untuk pegelaran even kreatifitas seni dan penampilan lagu-lagu nasional, khususnya dari para pelajar di Abdya. “Pentas yang megah itu rasanya sangat sayang jika tidak kita dayagunakan setelah kegiatan MTQ selesai,” ujar Jasman didampingi Danramil Manggeng, Lettu Inf Iriaman. (irn)

Sumber: http://www.analisadaily.com
Kredit Foto: http://jackgonggoaja.dagdigdug.com


Dibaca : 3.057 kali.

Tuliskan komentar Anda !