Close
 
Minggu, 20 April 2014   |   Isnain, 19 Jum. Akhir 1435 H
Pengunjung Online : 1.913
Hari ini : 13.416
Kemarin : 16.609
Minggu kemarin : 148.067
Bulan kemarin : 2.006.207
Anda pengunjung ke 96.616.109
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 mei 2009 04:15

Harmonisasi Melayu, Dayak, dan Tionghoa di Kalbar

Harmonisasi Melayu, Dayak, dan Tionghoa di Kalbar

Pontianak, Kalimantan Barat — Pekan Gawai Dayak menjadi ajang mempererat hubungan antar etnis dengan budaya. Setidaknya hal itu yang dirasakan dan diakui Sekretaris Jenderal Majelis Adat Budaya Tionghoa Kalimantan Barat (MABT), Suhardjo Lie. MABT Kalbar ikut terlibat dalam pawai budaya keliling Pontianak pada pembukaan Gawai Dayak. Mereka diundang panitia untuk meramaikan kegiatan bersama etnis lainnya. Naga dan Barongsai ikut dalam pawai keliling kota itu. ”MABT menilai kegiatan gawai dayak sebagai bentuk upaya melestarikan nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya Kamis (21/5).

Tak dapat dipungkiri, masyarakat Kalbar tergolong majemuk. Maka pengelolaan keberagaman perlu dilakukan melalui even budaya. Keterlibatan MABT menampilkan atraksi seni budaya juga jawaban adat budaya Tionghoa tidak ekslusif. Budaya mereka dapat memahami transformasi nilai-nilai luhur masyarakat Kalbar, bahkan sebelum Belanda masuk ke Bumi Khatulistiwa. ”Kebersamaan ini perlu kita tingkatkan di even-even lainnya. Pengenalan adat budaya juga bagian dari pengelolaan keberagaman khasanah dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Kami juga sangat berterimakasih atas undangan untuk berpartisipasi selama kegiatan pawai,” katanya.

Lebih jauh ia menyampaikan, MABT Kalbar juga terlibat dalam acara robo-robo. Mereka ikut tampil dalam arakan benda pusaka kerajaan. Disisi lain, pada perayaan cap go meh, etnis lain juga ikut berpartisipasi. ”Ini seperti pertukaran budaya secara tidak langsung. Pastinya kita saling melengkapi satu dengan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Harso Utomo Suwito, Ketum MABT Kalbar, berharap, Pekan Gawai Dayak dapat terus ditingkatkan ke depannya. Selain itu, berbagai kegiatan budaya yang lebih variatif juga dapat digelar. Itu menjadi salah satu upaya untuk mendukung tahun wisata Kalbar.Di samping itu, agenda ke depan MABT ingin terus mempererat hubungan dengan dua organisasi kebudayaan yang dilahirkan sebelumnya dari etnis lain, yaitu Dewan Adat Dayak dan Majelis Adat Budaya Melayu. Interaksi dalam kegiatan seni budaya terus mereka lakukan. MABT juga memfokuskan diri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. (mde)

Sumber: http://www.pontianakpost.com
Kredit Foto: http://equator-news.com


Dibaca : 2.847 kali.

Tuliskan komentar Anda !